TERIMAKASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI
RAPI KECAMATAN KOJA JAKARTA UTARA

Senin, 10 Oktober 2011

Guru Dibui, Istri Bupati & Siswa Demo


Vini Noviati, guru yang dipenjara

Vini Novianti, 33 tahun, guru SD Negeri Regol 13 Kiansantang, Garut terancam hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Guru cantik ini dilaporkan Ee Syamsuddin, seorang pengembang, karena telah melemparnya dengan pasir. Polisi langsung bergerak dan menjerat Vini dengan pasal 351 ayat 1 KUHAP tentang penganiaayaan.
Kini, guru honorer itu mendekam di ruang tahanan Lembaga Pemasyarakatan Garut.

Kasus ini mengundang keprihatinan warga Garut, terutama, para siswa Vini. Para siswa menggelar aksi keprihatinan dan doa bersama pada Rabu lalu, 5 Oktober 2011, agar ibu guru mereka dibebaskan polisi. Suasana haru diwarnai isak tangis para siswa pun pecah ketika salah seorang guru SDN Regol memimpin doa bersama.

Kamis kemarin, para siswa menulis surat ke bupati, jaksa, hakim, agar Vini dibebaskan. Surat itu mereka serahkan kepada pengacara Vini, Kusnadi.

Kasus yang menimpa Vini mendapat perhatian khusus. Pasalnya, di sekolah tempatnya mengajar, terdapat anak Komandan Kodim, Bupati, Wakil Bupati, dan jaksa. Sekolah ini memang merupakan sekolah favorit di Garut.
Wanda, salah satu siswa SD Negeri Regol 13, mengatakan selama Vini ditahan tiga pekan, kegiatan belajar-mengajar siswa kelas VI SD terganggu. Vini merupakan guru bahasa Inggris dan tak ada yang menggantikannya. "Tidak ada yang mengajar," kata Winda, Jumat.

Di mata siswa, Vini termasuk guru yang cerdas dan dekat dengan para muridnya. "Dia tidak pernah membentak," kata Wanda. "Ibu Vini ini paling mengerti di antara yang lain. Bahkan banyak para siswi yang sering curhat."

Istri Wakil Bupati, Rani Dicky Chandra, turut angkat suara. Menurut dia, penahanan Vini dapat membawa pengaruh buruk bagi psikologi siswa. "Karena yang namanya orang dipenjara, konotasinya negatif buat siswa," katanya. "Karena yang dipenjara itu biasanya orang jahat."
Bersama orangtua murid lain, Rani menyatakan akan menggelar aksi solidaritas pada sidang kedua Vini, Senin mendatang. "Untuk memberikan dukungan moril," katanya.

Aksi solidaritas juga dilakukan para siswa SMKN 1 Garut. Mereka melakukan istigosah dan penggalangan dana untuk Vini. Rencananya, dana itu akan mereka sumbangkan sebagai uang jaminan dan meringankan beban Vini.
Vini memiliki dua anak, masing-masing berumur 8 dan 6 tahun.
Selain itu, forum guru di Garut juga akan menyumbangkan uang Rp10 juta untuk meringankan masalah Vini. Bupati Aceng HM Fikri tak ketinggalan juga memberikan bantuan pendampingan hukum.
Syamsuddin membantah keras semua tuduhan itu. Hari itu, katanya, dia datang baik-baik untuk bertanya soal cicilan rumah yang dihuni Vini dan istrinya.
"Waktu kejadian itu, saya cuma menanyakan bagaimana ini cicilan, biar beres. Kalau untuk masalah mendorong, itu karena saya berusaha untuk menangkis serangan. Setelah saya menangkis, si Vini terjatuh," tuturnya.
(Laporan: SZ, Bandung | kd)

Rabu, 28 September 2011

Gunung Marapi kembali semburkan abu vulkanik

Gunung Marapi sebelumnya juga mengeluarkan abu vulkanik
terlihat dari Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Rabu

Bukittinggi - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat kembali mengeluarkan asap hitam disertai abu vulkanik sekitar pukul 07.45 WIB, Rabu.

Wartawan yang menantau di Sungaipuar, Tanahdatar, melaporkan bahwa asap hitam disertai abu vulkanik yang disemburkan dari kawah juga terlihat sangat jelas dari Bukittinggi. Asap mengarah ke Kabupaten Tanahdatar.

Seorang warga Sungaipuar, Syahril St Marajo, menyebutkan semburan asap hitam disertai abu vulkanik itu tidak lama.

"Asap hitam keluar sekitar lima menit, setelah itu gunung mengeluarkan asap putih tebal. Asap putih keluar juga tidak terlalu lama sekitar sepuluh menit kemudian tidak terlihat karena tertutup awan putih," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan warga lain, Ramhan. Kata dia, asap hitam disertai abu vulkanik juga telihat Selasa (27/9). Asap tersebut mengarah ke Tanahdatar.

"Asap yang keluar Selasa (27/9) tidak lama, sekitar lima sampai sepuluh menit," katanya.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami peningkatan aktivitas pada tanggal 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang mencapai 1.000 meter dan menjangkau ke sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, Padangpanjang. Sejak itu, gunung itu hampir mengeluarkan asap hitam setiap hari.

Petugas Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Bukittinggi, Warseno, mengatakan pihaknya masih menetapkan status waspada level II. Dengan status itu, BGPVMB melarang pendakian lebih dari tiga kilometer dari puncak.

"Kita terus memantau perkembangan gunung, hanya saja tidak lagi mendatangi langsung ke lokasi karena alat seismograf yang dipasang di daerah Batupalano dan Lasi telah bekerja maksimal," katanya.

BGPVMB telah memasang tiga alat sesmograf dan satu digital analog pada posisi ketinggian 2.000 meter di daerah Batu Palano dan ketingian 1.500 meter di Lasi.

(ANTARA) Rabu, 28 September 2011 Editor: Suryanto

Minggu, 04 September 2011

Ribuan penumpang terlantar di Bakauheni

 motor dan mobil memadati kapal Ferry tujuan pelabuhan Bakauheni, di Pelabuhan Merak, Banten

Bakauheni, Lampung - Ribuan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, terlantar karena mengantre berjam-jam namun belum juga mendapatkan tiket kapal yang akan membawanya menuju Merak, Banten.

Berdasarkan pemantauan ANTARA di Pelabuhan Bakauheni, Minggu siang, ribuan penumpang saling berdesak-desakan antre untuk mendapatkan tiket tersebut.

Antrean penumpang ini sudah melebihi jalur antrean yang disediakan hingga mengular hingga ratusan meter atau sampai areal parkir terminal bus. Petugas membuatnya berkelok-kelok mengular agar tetap tertampung di tempat tersebut.

Sebagian penumpang antre di bawah terik matahari karena lokasi antrean yang disediakan tidak mampu lagi menampung membludaknya penumpang pejalan kaki dari terminal Induk Rajabasa.

Para petugas tampak sibuk mengatur jalur antrean yang dibantu oleh aparat kepolisian namun aksi desak-desakan tetap terjadi di jalur antrean karena penumpang ingin segera mendapatkan tiket.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni sudah menambah dua loket tambahan dari lima menjadi tujuh loket dan memfungsikan loket kapal cepat menjadi loket kapal feri untuk mengatasi antrean.

Salah satu penumpang asal Kabupaten Lampung Tengah, Sunaryo, mengatakan bersama dua anaknya telah mengantre sejak pagi, namun belum juga mendapatkan tiket karena padatnya penumpang.

Dia bersama dua anaknya yang akan menuju Bandung tersebut, belum juga kebagian tiket sementara bajunya telah basah oleh keringat karena suasana sangat penat dan panas.

"Sekitar lima jam saya menunggu namun belum juga mendapatkan tiket kapal," katanya.

Penumpang lainnya, Gunawan, yang ditemui tidak ikut antre, mengatakan, karena terlalu lama mengantre namun belum mendapatkan tiket akhirnya keluar dari jalur antrean.

"Saya lebih baik menunggu penumpang berkurang karena meskipun antre berjam-jam namun belum mendapatkan tiket," katanya.

Dia mengatakan, berangkat dari Terminal Induk Rajabasa dan sampai di Bakauheni sejak pukul 09.00 WIB namun hingga pukul 12.00 WIB belum juga mendapatkan tiket sementara loket masih jauh.

Menurut dia, lebih baik mengalah dari pada harus berdesak-desakan mengantre, sementara pelayanan sangat lama tidak sebanding dengan lonjakan penumpang.

Berdasarkan data, dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni hingga Minggu pagi pukul 08.00 WIB jumlah arus balik pemudik (H+3) ini melalui pelabuhan tersebut mencapai 108.635 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 84.022 orang penumpang kendaraan, 24.148 penumpang pejalan kaki yang terdiri atas 20.759 pejalan kaki dewasa dan 3.389 anak-anak. (*)
Minggu, 4 September 2011 (ANTARA News) Editor: AA Ariwibowo

Selasa, 16 Agustus 2011

Mulai April 2012, TDL Direncanakan Naik 10 Persen


JAKARTA - Akhirnya pemerintah mengungkapkan rencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10 persen. Kenaikan TDL, yang dijadwalkan mulai April 2012, dilakukan sebagai upaya penurunan porsi subsidi listrik pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012.
"Paling lambat April 2012 akan ada kenaikan TDL 10 persen. Kenaikan TDL ini dilakukan secara proporsional, tetapi rumah tangga miskin (RTM) tidak akan dinaikkan," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dalam jumpa pers Nota Keuangan APBN 2012 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (16/8).
Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, menyatakan terkait tarif listrik pihaknya ikut keputusan pemerintah. "Soal tarif listrik dan marjin PLN akan ikut saja putusan pemerintah dan DPR. PLN menunggu saja sambil terus konsentrasi memperbaiki kualitas pasokan dan pelayanan listrik ke masyarakat," ujar Dahlan.
Agus mengutarakan pemerintah di tahun depan juga berupaya meningkatkan kegiatan energy mix melalui diversifikasi energi. Agus menyontohkan misalnya peningkatkan ketersediaan gas dan batubara untuk PT PLN (Persero). Termasuk juga menurunkan margin PLN dari delapan persen menjadi tujuh persen.
REPUBLIKA.CO.ID,16/08/2011

Jumat, 05 Agustus 2011

Efek Puasa Terhadap Tubuh


Selama berpuasa tubuh manusia menghasilkan energi dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terdiri dari lemak, karbohidrat dan gula sehingga menghasilkan energi.
Hati adalah organ yang paling berperan dalam proses ini. Hati mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut Keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.
Justru tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat terpenting dari puasa. Detoksifikasi terjadi saat usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun.
Proses ini dipercepat saat puasa karena tubuh memecah lemak. Bahan kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan yang disimpan dalam cadangan lemak, dilepaskan selama puasa.
Puasa juga menjadi penyembuh bagi tubuh, pikiran dan jiwa dengan cara yang simultan. Pada tingkat fisik, energi dan sumber daya dialihkan dari sistem pencernaan (yang terus-menerus dilakukan saat kita tak berpuasa) ke sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dan membangun kembali berjalan optimal.
Studi medis menunjukkan bahwa puasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang abnormal pada tubuh, seperti tumor. Sang tumor menjadi kelaparan dan karenanya lebih mudah untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.
Puasa memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan sumber daya dan fokus pada pembangunan kembali. Pada tingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA menjadi lebih efisien dalam mentranskripsikan protein dan jaringan yang dibutuhkan tubuh.
Perubahan lain dalam tubuh selama puasa termasuk sedikit penurunan suhu inti tubuh karena penurunan tingkat metabolisme dan fungsi tubuh secara umum. Kadar gula darah juga turun karena tubuh menggunakan cadangan glikogen dalam hati dan angka dasar metabolik (BMR) dikurangi dalam rangka untuk menghemat energi.
Sistem pencernaan, yang sangat sering kelebihan beban dan tak henti-hentinya bekerja, juga membersihkan sendiri sehingga pencernaan lebih efisien dan penyerapan nutrisi lebih optimal. Di sisi lain, lapisan lambung dan usus mengikis masalah 'sampah' tubuh. Proses lain yang menopang infrastruktur dasar tubuh juga meningkat selama puasa, misalnya produksi hormon meningkat serta pelepasan hormon anti-penuaan.
* Sumber: Republika
) Disarikan dari artikel ilmiah di Majalah Emel yang terbit di Inggris

Jumat, 29 Juli 2011

Calon Hakim Agung Akui Kekayaan Rp3,11 Miliar

Jakarta - Calon hakim agung yang juga Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) Cicut Sutiarso memiliki harta kekayaan sebesar Rp3,11 miliar dan banyak rumah di berbagai daerah.
Hal ini terungkap saat menjawab pertanyaan Komisioner KY Taufiqurrahman Syahuri saat wawancara akhir seleksi hakim agung di Jakarta, Kamis.
"Terakhir hanya Rp1,7 miliar. Saya khawatir ada perubahan belum periksa lagi ke KPK, mengenai penghitungan yang terakhir," jawab Cicut.
Menurut dia harta kekayaannya ini bukan miliknya sendiri, melainkan milik istri dan orang tua pihak istrinya.
"Istri saya punya modal. Istri saya di Banjarmasin, uang bercampur dengan nenek dan orang tuanya," katanya.
Namun, Taufiq masih menanyakan asal kekayaan calon hakim agung ini karena berdasarkan data yang dimilikinya istri Cicut tertulis tidak ada.
"Istrinya ditulis tidak bekerja makanya saya konfirmasi," kata Taufiq.
Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh juga menanyakan hal yang sama tentang harta yang dimiliki mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini.
Cicut menjelaskan bahwa dirinya memiliki rumah di Karawang, tanah di Batam, warisan rumah ibadah dan rumah baca di Wonogiri, rumah dinas di Sunter Jakarta, rumah di Surabaya serta perhiasan senilai Rp200 juta hingga Rp300 juta.
"Kebanyakan itu atas nama istri saya," kata Cicut.
Menanggapi klarifikasi tersebut, Imam menyatakan bahwa wajar saja harta kekayaan Cicut disebut senilai Rp3,11 miliar mengingat banyaknya aset tersebut.
Pada hari terakhir ini, KY mewancarai tujuh calon hakim agung, yakni Cicut Sutiarso, Sekretaris MA Muhammad Rum Nessa, adik Ketua KPK saat ini Hj Djazimah Muqqodas, Yayah Yaratul Salamah, anggota DPR RI Gayus Lumbuun, Dudu Duswara Machmudin, dan Basuki Rekso Wibowo.
Sementara panelis terdiri dari seluruh komisioner KY dan dua pakar, yakni mantan hakim agung Yahya Harahap serta Dr Ahmad Safii .
(ANTARA)29/07/2011

Minggu, 17 Juli 2011

Angelina: Pungutan Sekolah Sudah Sangat Keterlaluan

 Angelina Sondakh

Anggota Komisi X DPR RI (bidang Pendidikan), Angelina Sondakh, menilai pungutan sekolah maupun perguruan tinggi bagi siswa dan mahasiswa baru sudah sangat keterlaluan. Karena, pungutan sekolah itu begitu membebani para orang tua.
"Saya tak habis pikir, Undang Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dengan tegas melarang aneka pungutan. Tetapi, tetap saja ini terjadi di mana-mana," tandasnya kepada ANTARA di Jakarta, Ahad (17/7).
Malah di sejumlah lembaga pendidikan, menurut dia, tarifnya sudah keterlaluan, karena benar-benar mencekik, yakni antara Rp 5 juta hingga Rp 40 juta (untuk sekolah) dan Rp 15 juta sampai Rp 250 juta (di berbagai perguruan tinggi/PT). "Berbagai praktik pungutan sekolah dan PT yang masih kerap terdengar pada masa pendaftaran siswa baru (PSB) atau pendaftaran mahasiswa baru (PMB) tersebut betul-betul memprihatinkan," katanya.
Tindakan pihak sekolah yang mengajukan aneka pungutan (uang pembangunan, uang bangku, uang seragam, uang buku, uang laboratorium atau uang praktik, uang ekstra-kurikurel), benar-benar sangat mengecewakan. Karenanya, ia mendesak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan aparat terkait agar segera bertindak cepat, mengatasi praktik pungutan sekolah dan PT tersebut, karena sudah sangat meresahkan.
"Jika ini tidak diatasi segera, dikhawatirkan akan ada gelombang protes keras dan aksi massa yang membahayakan eksistensi dunia pendidikan kita kelak," tandasnya.
Ia menyayangkan, di saat publik sudah tahu anggaran pendidikan terus meningkat, malah harus sekitar 20 persen dari APBN, ternyata praktik pungutan (liar) tetap saja marak. Angelina Sondakh mengatakan, pengelola pendidikan seyogyanya jangan menjadikan sekolah atau PT sebagai lahan bisnis yang harus dikomersialisasikan.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -17/7/2011

Kamis, 09 Juni 2011

Pengungkapan Kasus Cybercrime Libatkan Polisi China dan Taiwan

Jakarta - Polri tidak sendirian dalam membongkar sindikat internasional cybercime. Penangkapan 170 WNA di 10 daerah di Jakarta dan sekitarnya ini dibantu kepolisian negara asing.

"Bareskrim Polri dan Polda Metro jaya melakukan giat penangkapan terhadap WNA asal China dan Taiwan atas dasar informasi yang diperoleh dari Kepolisian RRC dan Taiwan bahwa banyak korban penipuan melalui internet/ Cybercrime yang hasil lidik nya pelaku berada di wilayah Indonesia," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (9/6/2011).

Dari total 170 orang tersebut, 120 orang berjenis kelamin pria sementara sisanya perempuan. Mereka kini sedang diperiksa oleh petugas imigrasi untuk diketahui kelengkapan dokumennya.

"Selanjutnya Bareskrim Polri bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi akan melakukan penelitian terhadap dokumen yang mereka miliki," jelas Boy.

Setelah cek kelengkapan selesai, Polri akan berkoordinasi dengan kepolisian China dan Taiwan."Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan kepolisian RRC dan Taiwan untuk dilakukan langkah selanjutnya," tutur Boy.

Boy menjelaskan, ratusan WNA itu ditangkap di 10 lokasi yang berbeda, yakni daerah Serpong, Bekasi, dan Jakarta utara. Penangkapan dilakukan mulai siang sampai sore tadi.

"Pada hari ini sekitar jam 12.00- 17.00 WIB Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya melakukan giat penangkapan terhadap WNA asal China dan Taiwan," katanya.

(mei/gah) E Mei Amelia R detikNews Kamis, 09/06/2011

Selasa, 07 Juni 2011

Dua Sekolah Penolak Hormat Bendera Terkait Laskar Poso

Bendera Merah Putih 

KARANGANYAR- Salah satu sekolah di Karanganyar, Jawa tengah, yang menolak menghormat bendera merah Putih, disebut memiliki afiliasi dengan tokoh laskar Jihad Poso.

Pernyataan ini diungkapkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama karanganyar Zuhaid dalam rapat bersama Muspida setempat, Selasa (7/6/2011).

Zuhaid menduga, Al Irsyad Tawangmangu berafiliasi dengan Ponpes Al Irsyad di Salatiga, yang waktu itu dipimpin oleh ustaz Jafar Umar Tholib. Diketahui bahwa Jafar Umar Thalib, adalah salah satu sponsor dari Laskar Jihad yang ada di Poso.

“Jafar Umar Thalib adalah pendiri Ponpes Ihya As Sunnah Yogyakarta. Beliau adalah tokoh Laskar Jihad, yang juga sponsor Laskar Jihad di Poso,“ jelas Zuhaid.

Seperti apa bentuk afiliasinya, Zuhaid tak menerangkan lebih jauh. Ajaran yang dianut oleh Al Irsyad Tawangmangu, sama dengan apa yang diyakini oleh Jafar Umar Thalib.

“Mereka memiliki ajaran dan fatwa seperti apa yang ada di Arab saudi. Menghormat bendera bagi mereka adalah bid’ah dan tidak perlu dilakukan.” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya dua sekolah yang tidak mau hormat kepada bendera Merah Putih yakni Yayasan Perguruan Islam Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu dan SD IST Al Albani Matesih.

Atas keputusan tersebut, pimpinan sekolah dinilai tak memiliki rasa nasionalisme. Sehingga Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengancam akan membubarkan sekolah tersebut. (Widi Nugroho/RCTI/mbs)

Rabu, 01 Juni 2011

Habibie: Pancasila Bukan Milik Satu Rezim Pemerintahan

Bacharuddin Jusuf Habibie.

Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie menegaskan, Pancasila bukan milik satu rezim pemerintahan. Upaya melupakan ideologi itu sebagai trauma sejarah adalah kesalahan besar bangsa Indonesia.

"Harus diakui bahwa dimasa lalu, Pancasila telah diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli penafsiran untuk digunakan melanggengkan kekuasaan," ujar Habibie Saat menghadiri peringatan Pidato Bung Karno tentang Pancasila 1 Juni di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta,

Akibatnya ketika terjadi pergantian rezim, Habibie melanjutkan, muncul demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggap sebagai ikon atau simbol politik rezim sebelumnya. Pancasila disalahkan sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.

"Menurut saya, ini merupakan kesalahan mendasar karena Pancasila bukan merupakan representasi sekelompok orang, golongan atau orde pemerintahan tertentu, melainkan pondasi dasar bangunan negara Indonesia," ujarnya.

Pada bagian lain pidatonya, Habibie menegaskan bahwa Pancasila sudah mengalami berbagai ujian sejak zaman demokrasi parlementer, terpimpin, hingga multi partai saat ini.

Namun, Habibie juga mempertanyakan dimana posisi Pancasila sekarang ini. "Pertanyaan ini penting karena sejak reformasi bergulir, ideologi bangsa itu seolah tenggelam dari memori kolektif bangsa ini," ujarnya seraya menambahkan fakta bahwa Pancasila semakin jarang dikutip, dibahas dan apalagi diterapkan dalam konteks kehidupan berbangsa bernegara.

Hiruk pikuk demokrasi dan kebebasan berpolitik di indonesia saat ini, kata Habibie, tidak pernah lagi menyertakan Pancasila itu.

Atas berbagai fenomena itu, Habibie mengemukakan penjelasannya atas sejumlah penyebabnya, yakni adanya situasi kehidupan bangsa telah berubah dalam konteks nasional, regional dan global dan hal itu akan terus terjadi.

Penyebab berikutnya adalah perkembangan khasanah hak asasi manusia yang tidak diimbangi dengan kewajiban asasi manusia.

"Padahal hak harus diimbangi dengan kewajiban," ujarnya. Selanjutnya juga ada faktor lonjakan kemajuan informasi di masyarakat. Ketiga perubahan itu, menurut Habibie, telah mendorong pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Habibie mengemukakan bahwa atas semua perubahan itu, perlu adanya reaktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai jawabannya. Kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia terasa kering sebelum adanya reaktualisasi nilai-nilai pancasila itu.

"Orde lama, orde baru dan orde manapun, Pancasila tetap jadi jati diri bangsa ini. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, bangsa ini akan kehilangan arah perjalanannya," ujar Habibie dan disambut tepuk tangan para hadirin.

Habibie juga menilai bahwa reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya ditengah semakin maraknya faham radikalisme saat ini.
(*)(ANTARA News) Rabu, 1 Juni 2011
Editor: AA Ariwibowo

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Mantapkan Ideologi

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Mantapkan Ideologi

Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk memantapkan ideologi Pancasila sebagai jembatan menuju negara kesejahteraan.

"Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan ideologi dan jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dipertahankan, karena Indonesia dengan jati dirinya itu adalah konsep kehidupan negara kesejahteraan," kata Aburizal Bakrie melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa dalam menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2011.

Menurut Aburizal, permasalahan ideologi yang dihadapi bangsa Indonesia sangat kompleks, tidak hanya mencakup dimensi nasional tetapi juga pada tataran internasional.

Persoalan itu, kata dia, seperti munculnya isu gerakan Negara Islam Indonesia (NII), fenomena krusial tentang perang melawan terorisme, praktik liberalisasi pasar, serta ancaman terhadap "human security" yang ditandai dengan ancaman krisis pangan dan energi.

Hal ini, katanya, merupakan fenomena yang dapat mengoyak sistem nilai dalam tata peradaban dunia yang dapat mempengaruhi perilaku bangsa ini.

"Mengatasi problem yang bersifat ideologis seperti itu tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendekatan keamanan, tapi harus dijawab dengan menggunakan pendekatan ideologis dan kesejahteraan," kata Aburizal.

Bagi Partai Golkar, menurut dia, pemantapan ideologi Pancasila merupakan jawaban terhadap permasalahan ideologis yang melanda peradaban dunia dan bangsa ini.

"Pancasila adalah ideologi yang dapat mempersatukan kita sebagai suatu bangsa," katanya.

Mantan Menko Kesra ini menambahkan, Pancasila sebagai ideologi harus diterjemahkan ke dalam bahasa perilaku, sehingga diperlukan kesadaran awal yakni menyadari nilai-nilai luhur kemanusian yang sama.

Aburizal Bakrie juga mengingatkan, pemantapan ideologi Pancasila harus sejalan dengan kualitas demokrasi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Menurut dia, pembangunan bangsa di segala bidang mempersyaratkan adanya stabilitas politik untuk menopang gerak laju pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan dan pemerataan yang melibatkan pelaku-pelaku ekonomi daerah dan nasional secara proporsional dan profesional.

"Dengan demokrasi yang berkualitas, maka stabilitas politik juga akan berkualitas dan selanjutnya menjadi modal dasar bagi percepatan pembangunan Indonesia di segala bidang, khususnya di bidang ekonomi,? ujarnya.

Dalam kaitan itulah, katanya, pihaknya meyakini konsepsi negara kesejahteraan merupakan formula menuju kemandirian bangsa ini, dimana negara kesejahteraan memungkinkan adanya intervensi negara demi mencapai suatu kesejahteraan rakyat.

?Negara kesejahteraan berciri adanya peran negara dalam membantu masyarakat yang lemah. Campur tangan negara diperlukan untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan," katanya.

Aburizal menambahkan, bangsa Indonesia juga tidak boleh membiarkan orang mengatakan siapa yang kuat itulah yang menang, dan sebaliknya tidak boleh membiarkan negara ini berubah menjadi negara liberal.

Partai Golkar, kata dia, juga mengingatkan bahwa warga negara Indonesia harus menghormati pemerintah dan penegak hukum, meskipun kehormatan itu tidak boleh hanya berasal dari legitimasi formal semata.

Negara, pemerintah, serta aparat pemerintah, kata Aburizal, juga harus memperlihatkan bahwa otoritas formal akan semakin dihormati dan dipatuhi jika pemerintah serta penegak hukum bersikap dan bertindak penuh suri tauladan.

"Pemerintah akan semakin dihormati jika memperjuangkan keadilan, kemajuan, dan betul-betul memperlihatkan satunya kata dan perbuatan," ujar Aburizal.
(ANTARA 31/5/2011)

Rabu, 25 Mei 2011

Presiden Ajak Pejabat Kumpul Berbicara Soal Pancasila

 PANCASILA

JAKARTA -- Guna memantapkan posisi dan peran lemabaga negara, tujuh lembaga negara beserta Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berinisiatif mengadakan pertemuan pimpinan lembaga negara di ruang sidang pleno MK lantai II.Selasa (24/5).
Pertemuan tersebut mengambil tema "memantapkan posisi dan peran masing-masing lembaga negara dalam upaya penguatan pancasila sebagai dasar ideologi negara".
Acara ini dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono , Wakil Presiden RI Boediono, Ketua MK Moh Mahfud MD, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzukie Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MA Harifin Tumpa, Ketua BPK Hadi Purnomo, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman.
Selain itu hadir pula Wakil Ketua MK Achmad Sadiki, para hakim konstitusi, beserta para menteri kabinet Indonesia bersatu II.
Republika – Sel, 24 Mei 2011

Senin, 16 Mei 2011

Perempuan Berkelamin Ganda

Yayan Syahdan (kiri) bersama istri dan anaknya. (Dok: sun TV)


TASIKMALAYA- Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menyarankan agar Yayan Syahdan, perempuan yang memiliki kelamin ganda, untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dokter dari Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Oki Zulkipli mengatakan pemeriksaan terhadap warga Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, akan berguna untuk memastikan kecenderungannya di masa depan.

“Kasus perempuan berkelamin ganda ini disebut hermaprodit. Jadi mungkin saja selama belasan tahun alat kemaluan prianya tertutup oleh kemaluan wanitanya. Namun setelah dewasa dan merasakan ketertarikan pada wanita, akhirnya alat kemaluan prianya muncul,” jelas Oki, Senin (16/5/2011).

Namun untuk memastikan, kata Oki, Yayan harus diperiksa secara medis. Kasus perempuan berkelamin ganda sangat jarang terjadi.

Yayan (33) bersama istrinya Risyeu Rismawati (19), sudah 3 tahun menikah. Layaknya pasangan normal, mereka hidup bahagia dan dikarunia seorang anak bernama berusia 1,5 tahun, Risya.

Saat dilahirkan, Yayan merupakan seorang perempuan asli dan memiliki alat kelamin perempuan.

Ketika berusia 14 tahun dia pernah menstruasi yang pertama sekaligus yang terakhir.

Pada usia 18 tahun, perubahan mulai terjadi. Muncul alat kelamin laki-laki di antara kelamin perempuannya. Yayan juga mulai menyukai perempuan seperti laki-laki normal.

Di usia 30 tahun, Yayan akhirnya bertemu Risyeu hingga akhirnya mereka menikah.

Meski memiliki kelamin ganda, namun tidak membuat Yayan dan Risyeu malu. Bahkan mereka berencana akan terus memiliki anak yang banyak untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya bisa memiliki anak meski berkelamin ganda.

(Asep Juharyono/RCTI/ton) Senin, 16 Mei 2011

Sabtu, 07 Mei 2011

Ikhlas dalam Bersedekah

Ikhlas dalam Bersedekah  Oleh Hamli Syaifullah

Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (al-Baqarah [2]: 261).

Sangat menggiurkan sekali iming-iming yang ditawarkan oleh Allah dalam ayat tersebut. Di mana satu berbanding dengan tujuh. Hal inilah yang belum bisa disadari oleh umat Islam. Sebuah teori ekonomi untuk menginvestasikan harta yang dimiliki dengan hasil yang berlipat-lipat.

Ayat di atas pun dijadikan pijakan oleh beberapa ekonom Muslim dalam mengalokasikan hartanya. Di mana dalam konsumsi sehari-hari (konsumsi total) seorang Muslim merupakan penjumlahan dari konsumsi untuk ibadah dengan konsumsi untuk duniawi atau dapat diformulasikan sebagai berikut: Ct = Ci+Cw.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari setiap harta yang dimiliki oleh seorang Muslim terdapat hak orang lain (mustahik) sebagai sebuah solidaritas untuk menolong perekonomian orang-orang yang berkesusahan agar orang-orang yang berkesusahan bisa khusyuk beribadah kepada Allah SWT, tanpa harus menggadaikan akidahnya pada pihak misionaris. "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS as-Saba': 39).

Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: "Shalat mengantarkanmu setengah jalan, puasa mengantarkanmu ke depan pintu Al-Malik (Sang Maha Raja), dan sedekah memasukkanmu ke hadapan-Nya."Ibnu Mas'ud menuturkan: "Syahdan, ada seorang laki-laki yang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, kemudian ia melakukan perbuatan zina, maka Allah pun menghapus seluruh amalnya. Setelah itu, ia berpapasan dengan seorang fakir miskin, lalu memberi sedekah kepadanya roti, maka Allah pun mengampuni dosanya dan memuliakan kembali pahala ibadah tujuh tahunnya.

Ubaid bin Umar pun mengatakan: "Pada hari kiamat kelak manusia dikumpulkan dalam kondisi lapar yang belum pernah mereka alami sebelumnya, haus yang belum pernah mereka alami sebelumnya, maka barang siapa memberi makan (orang) demi Allah, Allah akan mengenyangkannya, barang siapa memberi minum (orang) demi Allah, Allah akan meminuminya, dan barang siapa memberi sandang (orang) demi Allah, Allah akan membusanainya."

Demikianlah keutamaan sedekah. Tidak sepatutnya kita bersifat kikir dan bakhil kepada sesama manusia, apalagi untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi. Dengan bersedekah, kita berbagi kebahagiaan dengan sesama dan niscaya Allah juga akan memuliakan orang yang senantiasa ikhlas dalam bersedekah.
Sabtu, 07 Mei 2011 
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika Koran

Rabu, 27 April 2011

Ical akan Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lapindo

Aburizal Bakrie

Surabaya - Pengusaha nasional dari Kelompok Bakrie, Aburizal Bakrie, berjanji akan menuntaskan ganti rugi untuk korban semburan lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 2012.

"Kalau mengikuti ketetapan hukum, saya tidak bersalah, tapi ibu saya berpesan agar saya membantu korban tanpa melihat apakah saya benar atau salah," katanya saat dialog pada kuliah umum tamu di Aula Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu petang.

Ia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan dosen Fisip Unair, Airlangga Pribadi, dalam dialog pada kuliah umum tamu bertajuk "Kepemimpinan dan Kebangsaan" yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Unair Surabaya.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, lumpur di Porong, Sidoarjo itu merupakan masalah "debatable" (masalah yang diperdebatkan) tentang siapa yang bersalah, karena itu pihaknya mempercayakan masalah pada jalur hukum.

"Tapi, kita tidak menunggu proses hukum, maka kita memikirkan bagaimana upaya untuk menolong orang-orang yang susah, karena itu saya pun membeli tanah dengan harga 10-20 kali lipat dari NJOP, sehingga ada tanah yang harganya mencapai Rp65 miliar, tapi harga rata-rata Rp2 miliar," kata mantan Menko Kesra dan Menko Perekonomian itu.

Hingga kini, pihaknya sudah menghabiskan dana sebesar Rp8 triliun dari kantong pribadi untuk pembayaran ganti rugi itu, karena perusahaan (PT Lapindo Brantas) memang tidak mampu membayar, sedangkan kemampuan perusahaan hanya Rp100 miliar.

"Kalau dinyatakan pailit, maka urusan akan selesai, apalagi Mahkamah Tinggi sudah memutuskan bahwa luapan lumpur itu merupakan bencana alam, tapi ibu saya berpesan agar saya membantu mereka tanpa melihat siapa yang benar," kata pria yang akrab dipanggil Ical itu.

Oleh karena itu, katanya, dirinya pun mengeluarkan uang dari kantong pribadi. "Ada 11.923 keluarga yang setuju dengan ganti rugi dan hanya 700 keluarga yang belum setuju. Dari jumlah itu, pembayaran ganti rugi masih kurang Rp1,1 triliun," katanya.

Ia mengatakan ganti rugi yang tersisa itu akan diselesaikan pada tahun ini sebesar Rp400 miliar dan tahun depan (2012) sebesar Rp700 miliar. "Insya-Allah, tahun depan sudah terselesaikan. Semuanya saya lakukan dari kantong pribadi atas perintah ibu," katanya.

Tentang adanya 45 RT (rukun tetangga) di luar peta terdampak yang meminta ganti rugi dari pemerintah dan tidak dipenuhi, ia menyatakan ganti rugi untuk kawasan di luar peta terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Tapi, saya tahu pemerintah tidak mau membeli tanah dengan harga 20 kali lipat dari NJOP, karena mereka takut ditangkap KPK. Untuk itu, saya kira pemerintah harus meyakinkan KPK bahwa ganti rugi hingga 20 kali lipat dari NJOP itu untuk membantu rakyat," katanya.

Mengenai upaya untuk menghentikan luapan lumpur yang saat ini sudah berkurang banyak itu, Ical mengaku pengalaman luapan lumpur di Cirebon, Sumsel, Kalsel, dan Purworejo (Jateng) menunjukkan luapan lumpur itu sulit untuk dihentikan.

"Itu akan berhenti dengan sendirinya, karena hal serupa yang terjadi di Purworejo sudah berlangsung hampir 45 tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Saya kira, penyelesaian secara hukum sudah final, tapi saya kira memang ada yang mempolitisasi," katanya.

Dalam kuliah umum tamunya, Ical menyatakan perlunya para pemimpin mengarahkan Indonesia sebagai negara kesejahteraan dan tidak percaya pada ekonomi liberal yang merugikan masyarakat kecil. "Pemerintah perlu melakukan intervensi pada kemiskinan," katanya.

(E011/I007) (ANTARA News) Rabu, 27 April 2011

Sabtu, 16 April 2011

Terduga Pengembom Kakak dari "Kang Odang"

Pelaku bom bunuh diri di Cirebon.

Jakarta - Terduga pengebom bunuh diri di Masjid Polres Cirebon, Jawa Barat, Muchamad Syarif (32), adalah kakak kandung dari Imam Aji, pemain sinetron yang berperan sebagai Kang Odang pada sinetron Air Mata Surga.

Warga Kampung Astana Garib, Pekalipan, Kota Cirebon sangat mengenal wajah Imam Aji yang menjadi tontonan favorit remaja dan ibu-ibu di sana.

Supendi, Ketua RT 03/06 tempat rumah orang tua Syarif, mengatakan, Imam Aji sudah satu tahun pergi ke Jakarta dan rupanya menjadi pesinetron.

"Remaja di sini sangat mengenal Imam Aji karena jadi pemain Sinetron, dibanding kakaknya Syarif," kata Supendi, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah orang tua Imam, Sri Mulat.

Sejumlah remaja di sekitar rumah Imam, dengan cepat menjelaskan siapa Kang Odang begitu wartawan bertanya.

"Itu tayangan di Trans7 dia jadi Kang Odang yang giginya ada yang ompong," kata Rini, remaja setempat.

Ia menjelaskan, tayangan sinetron yang dibintangi Afriandi, Jihan Fahira dan Nargis, pernah tayang setiap Senin
sampai Rabu pada pertengahan tahun 2010.

Walapun mereka mengenal melalui layar kaca tetapi sehari-hari banyak tidak mengetahui aktifitas keluarga Ibu
Sri Mulat itu.

"Kami tidak tahu bagaimana dia jadi pemain sinetron, tiba-tiba saja jadi perbincangan setelah muncul tayangannya," kata Rohmah, salah seorang ibu tetangganya.

Imam Ali merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Sri Mulat (56) dan Abdul Gofur (60) yang tinggal di Gang Nyi Gede Rara Kuning No 55, sementara Muchamad Syarif merupakan anak keempat.

Muchamad Syarif diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Masjid Ad Dzikro Polresta Cirebon, Jumat (15/4) siang saat Shalat Jumat yang menyebabkan sang pelaku bom itu tewas dan 30 orang lain mengalami luka-luka.

Syarif berstatus sudah menikah dengan Sri Maliha (27) wanita asal Desa Panjalin Kulon, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka.
(T.B013/Z002) (ANTARA News) Sabtu, 16 April 2011

Selasa, 12 April 2011

Dede Yusuf "Bergeser" ke Demokrat ?

Dede Yusuf

Bandung - Hasil Salat Istikharah Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, menyatakan bahwa ia "bergeser" dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke Partai Demokrat.

"Insya Allah, lanjutkan," kata Dede Yusuf usai menghadiri acara Sosialisasi Jamsostek Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja, di Kota Bandung, Selasa.

Ketika ditanyakan apakah kata "lanjutkan" tersebut merupakan sebuah keputusan resmi bahwa Dede Yusuf pindah ke Partai Demokrat, ia menyatakan "Silakan diartikan sendiri dan itu menurut saya sudah jelas. Orang kalau sudah Istikharah jawaban cuma satu. Ini bukan pindah hanya 'bergeser', masih sama dalam satu koalisi besar," kata Dede Yusuf.

Saat wartawan bertanya apakah dirinya sudah mendaftar ke Demokrat, Dede mengatakan "Belum, itu belum dilakukan," ujarnya.

Menurut dia, Hatta Radjasa selaku Ketua Umum DPP PAN sudah mengetahui keputusan Salat Istikharah dirinya."Pak Hatta sudah tahu," katanya.

Ia menjelaskan, hasil tersebut bukan berarti menjadi acuan bagi dirinya untuk maju sebagai calon Jabar Satu dalam Pilkada Gubernur Jawa Barat tahun 2013 mendatang.

"Nggak kok, kalau itu (maju sebagai calon Gubernur Jabar) nanti harus istikharah lagi," katanya.

Sebelumnya, Dede Yusuf menyatakan akan salat Istikharah menyusul kabar kepindahan dirinya dari PAN ke Demokrat.

"Lagi rame ya, belum tuh (pindah partai). Saya mau istikharah dulu," kata Dede beberapa waktu lalu.
(KR-ASJ/Y008) (ANTARA News) Selasa, 12 April 2011

Kamis, 07 April 2011

Ulat Bulu Serang Kampung Umar-Rahmat

(foto: Tedi Suteja/Global TV)
BEKASI- Serangan ulat bulu tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur namun kini sudah masuk ke Kota Bekasi. Kali ini ribuan ulat bulu menyerang sebuah sekolah TK Quantum, Jati Rasa, Jatiasih, Kota Bekasi.

Akibat serangan ulat bulu ini aktivitas belajar dan mengajar terpaksa dihentikan dan siswa langsung dipulangkan.

Ulat bulu itu muncul dengan tiba-tiba dari halaman belakang taman bermain TK Quantum yang merupakan lahan kosong dan dipenuhi semak belukar.

Salah satu guru TK Quantum, Diana mengatakan ulat bulu itu sudah masuk ke halaman sekolah dan ruang sekolah. Ulat bulu itu terlihat berkumpul di daun-daunan. Bahkan ulat bulu itu sempat masuk ke dalam sepatu siswa.

"Ulat bulu itu sudah masuk ke halaman dan taman bermain sekolah,"katanya, Rabu (6/4/2011).

Dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan para siswa diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sementara itu petugas Kecamatan Jatiasih terlihat datang ke lokasi dan langsung melakukan pengambilan ulat bulu sebagai sampel untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Tidak hanya itu saja, untuk mencegah penyebaran ulat bulu, semak belukar yang ada di halam sekolah juga ditebangi agar ulat bulu itu tidak merambah ke lingkungan perumahan.
(Tedi Suteja/Global/crl) Rabu, 6 April 2011

Rabu, 06 April 2011

Ngotot Usung Gedung Baru DPR, Pius Lustrilanang Bakal Kena Sanksi

Maket gedung baru DPR

JAKARTA - Partai Gerindra siap menjatuhkan sanksi atas sikap Pius Lustrilanang, politisi Partai Gerindra yang kini menduduki jabatan Wakil Ketua Badan Urusan rumah Tangga DPR RI yang menyimpang dari sikap partai. Pius pun diingatkan untuk tidak mempermainkan perasaan masyarakat yang tidak menginginkan pembangunan gedung baru DPR RI.
"Tugas kamu sebagai Wakil Ketua BURT adalah menggagalkan rencana pembangunan gedung baru," ucap Ketua DPP Gerindra Martin Hutabarat menirukan ucapan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kepada Pius, Agustus silam. Martin menambahkan agar Pius tidak ngotot mengurus kepentingan diri sendiri dibanding keputusan rakyat banyak. "Bapak (Prabowo) sudah menyampaikan pesan itu berkali-kali," ujar Martin di Gedung DPR RI, Selasa (5/4).
Martin menambahkan, Prabowo juga menyampaikan pesan kepada Pius untuk meyakinkan fraksi lainnya bahwa pembangunan gedung baru belum menjadi prioritas yang harus dilakukan. Pius akan diberikan sanksi jika tetap ngotot mempertahankan keputusan pribadinya dalam mendukung pembangunan gedung DPR RI yang membutuhkan biaya lebih dari Rp 1 triliun itu.
Martin menolak menegaskan apakah Pius akan ditarik dari DPR atau tidak. Sampai saat ini pun Pius belum dipertimbangkan untuk menghadap Ketua Umum Gerindra untuk menjelaskan sikapnya yang menyimpang dari partai. "Dalam waktu dekat partai akan mengumumkan sikap," ujar Martin. REPUBLIKA.CO.ID, – Sel, 5 Apr 2011

Sabtu, 02 April 2011

Ribuan Supir "Stres" di Merak

Antrean di Pelabuhan Merak Banten, beberapa waktu lalu

Gimana saya tidak stres, uang operasional sudah habis, di rumah istri dan anak sedang sakit
Berita Terkait
Merak - Antrean truk di Tol Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten mencapai enam kilometer sehingga membuat ribuan sopir mengalami stres berat.

"Kami tidak habis pikir, dari hari ke hari antrean truk terus bertambah panjang, dan ini sangat menganggu kami," kata salah seorang sopir angkutan susu cair, Mardi (45), Sabtu.

Dia menjelaskan, kendaraan truk yang hendak menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak sudah mulai emosi, lantaran harus menunggu dua, sampai tiga hari baru bisa masuk ke Pelabuhan setelah mengantre di Tol Merak dan Cikuasa Atas.

"Saya yakin, kalau kondisi antrean truk tidak ditangani secara tepat dan cepat, akan menjadi permasalahan serius, dan harus dibayar mahal oleh pemerintah, apalagi sekarang kami dengan ribuan sopir lainnya sudah stres dan kelelahan menunggu agar bisa masuk kapal," katanya.

Begitu pula dialami Mariyuana seorang sopir truk yang mengangkut sembako mengaku mengalami depresi sejak Jumat (1/4).

"Gimana saya tidak stres, uang operasional sudah habis, di rumah istri dan anak sedang sakit," katanya.

Secara terpisah, Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, La Mane menjelaskan, permasalahan yang dihadapi di Pelabuhan Merak, dikarenakan faktor alam, cuaca buruk dan peningkatan volume kendaraan.

"Disamping itu, jumlah kapal yang beroperasi juga tidak sesuai dengan kebutuhan dan keperluan yang ada, sehingga terjadilah antrean ribuan truk," ujarnya.
(ANT/A038) ANTARA News Sabtu, 2 April 2011