TERIMAKASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI
RAPI KECAMATAN KOJA JAKARTA UTARA

Senin, 16 Mei 2011

Perempuan Berkelamin Ganda

Yayan Syahdan (kiri) bersama istri dan anaknya. (Dok: sun TV)


TASIKMALAYA- Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menyarankan agar Yayan Syahdan, perempuan yang memiliki kelamin ganda, untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dokter dari Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Oki Zulkipli mengatakan pemeriksaan terhadap warga Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, akan berguna untuk memastikan kecenderungannya di masa depan.

“Kasus perempuan berkelamin ganda ini disebut hermaprodit. Jadi mungkin saja selama belasan tahun alat kemaluan prianya tertutup oleh kemaluan wanitanya. Namun setelah dewasa dan merasakan ketertarikan pada wanita, akhirnya alat kemaluan prianya muncul,” jelas Oki, Senin (16/5/2011).

Namun untuk memastikan, kata Oki, Yayan harus diperiksa secara medis. Kasus perempuan berkelamin ganda sangat jarang terjadi.

Yayan (33) bersama istrinya Risyeu Rismawati (19), sudah 3 tahun menikah. Layaknya pasangan normal, mereka hidup bahagia dan dikarunia seorang anak bernama berusia 1,5 tahun, Risya.

Saat dilahirkan, Yayan merupakan seorang perempuan asli dan memiliki alat kelamin perempuan.

Ketika berusia 14 tahun dia pernah menstruasi yang pertama sekaligus yang terakhir.

Pada usia 18 tahun, perubahan mulai terjadi. Muncul alat kelamin laki-laki di antara kelamin perempuannya. Yayan juga mulai menyukai perempuan seperti laki-laki normal.

Di usia 30 tahun, Yayan akhirnya bertemu Risyeu hingga akhirnya mereka menikah.

Meski memiliki kelamin ganda, namun tidak membuat Yayan dan Risyeu malu. Bahkan mereka berencana akan terus memiliki anak yang banyak untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya bisa memiliki anak meski berkelamin ganda.

(Asep Juharyono/RCTI/ton) Senin, 16 Mei 2011

Sabtu, 07 Mei 2011

Ikhlas dalam Bersedekah

Ikhlas dalam Bersedekah  Oleh Hamli Syaifullah

Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (al-Baqarah [2]: 261).

Sangat menggiurkan sekali iming-iming yang ditawarkan oleh Allah dalam ayat tersebut. Di mana satu berbanding dengan tujuh. Hal inilah yang belum bisa disadari oleh umat Islam. Sebuah teori ekonomi untuk menginvestasikan harta yang dimiliki dengan hasil yang berlipat-lipat.

Ayat di atas pun dijadikan pijakan oleh beberapa ekonom Muslim dalam mengalokasikan hartanya. Di mana dalam konsumsi sehari-hari (konsumsi total) seorang Muslim merupakan penjumlahan dari konsumsi untuk ibadah dengan konsumsi untuk duniawi atau dapat diformulasikan sebagai berikut: Ct = Ci+Cw.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari setiap harta yang dimiliki oleh seorang Muslim terdapat hak orang lain (mustahik) sebagai sebuah solidaritas untuk menolong perekonomian orang-orang yang berkesusahan agar orang-orang yang berkesusahan bisa khusyuk beribadah kepada Allah SWT, tanpa harus menggadaikan akidahnya pada pihak misionaris. "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS as-Saba': 39).

Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: "Shalat mengantarkanmu setengah jalan, puasa mengantarkanmu ke depan pintu Al-Malik (Sang Maha Raja), dan sedekah memasukkanmu ke hadapan-Nya."Ibnu Mas'ud menuturkan: "Syahdan, ada seorang laki-laki yang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, kemudian ia melakukan perbuatan zina, maka Allah pun menghapus seluruh amalnya. Setelah itu, ia berpapasan dengan seorang fakir miskin, lalu memberi sedekah kepadanya roti, maka Allah pun mengampuni dosanya dan memuliakan kembali pahala ibadah tujuh tahunnya.

Ubaid bin Umar pun mengatakan: "Pada hari kiamat kelak manusia dikumpulkan dalam kondisi lapar yang belum pernah mereka alami sebelumnya, haus yang belum pernah mereka alami sebelumnya, maka barang siapa memberi makan (orang) demi Allah, Allah akan mengenyangkannya, barang siapa memberi minum (orang) demi Allah, Allah akan meminuminya, dan barang siapa memberi sandang (orang) demi Allah, Allah akan membusanainya."

Demikianlah keutamaan sedekah. Tidak sepatutnya kita bersifat kikir dan bakhil kepada sesama manusia, apalagi untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi. Dengan bersedekah, kita berbagi kebahagiaan dengan sesama dan niscaya Allah juga akan memuliakan orang yang senantiasa ikhlas dalam bersedekah.
Sabtu, 07 Mei 2011 
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika Koran

Rabu, 27 April 2011

Ical akan Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lapindo

Aburizal Bakrie

Surabaya - Pengusaha nasional dari Kelompok Bakrie, Aburizal Bakrie, berjanji akan menuntaskan ganti rugi untuk korban semburan lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 2012.

"Kalau mengikuti ketetapan hukum, saya tidak bersalah, tapi ibu saya berpesan agar saya membantu korban tanpa melihat apakah saya benar atau salah," katanya saat dialog pada kuliah umum tamu di Aula Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu petang.

Ia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan dosen Fisip Unair, Airlangga Pribadi, dalam dialog pada kuliah umum tamu bertajuk "Kepemimpinan dan Kebangsaan" yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Unair Surabaya.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, lumpur di Porong, Sidoarjo itu merupakan masalah "debatable" (masalah yang diperdebatkan) tentang siapa yang bersalah, karena itu pihaknya mempercayakan masalah pada jalur hukum.

"Tapi, kita tidak menunggu proses hukum, maka kita memikirkan bagaimana upaya untuk menolong orang-orang yang susah, karena itu saya pun membeli tanah dengan harga 10-20 kali lipat dari NJOP, sehingga ada tanah yang harganya mencapai Rp65 miliar, tapi harga rata-rata Rp2 miliar," kata mantan Menko Kesra dan Menko Perekonomian itu.

Hingga kini, pihaknya sudah menghabiskan dana sebesar Rp8 triliun dari kantong pribadi untuk pembayaran ganti rugi itu, karena perusahaan (PT Lapindo Brantas) memang tidak mampu membayar, sedangkan kemampuan perusahaan hanya Rp100 miliar.

"Kalau dinyatakan pailit, maka urusan akan selesai, apalagi Mahkamah Tinggi sudah memutuskan bahwa luapan lumpur itu merupakan bencana alam, tapi ibu saya berpesan agar saya membantu mereka tanpa melihat siapa yang benar," kata pria yang akrab dipanggil Ical itu.

Oleh karena itu, katanya, dirinya pun mengeluarkan uang dari kantong pribadi. "Ada 11.923 keluarga yang setuju dengan ganti rugi dan hanya 700 keluarga yang belum setuju. Dari jumlah itu, pembayaran ganti rugi masih kurang Rp1,1 triliun," katanya.

Ia mengatakan ganti rugi yang tersisa itu akan diselesaikan pada tahun ini sebesar Rp400 miliar dan tahun depan (2012) sebesar Rp700 miliar. "Insya-Allah, tahun depan sudah terselesaikan. Semuanya saya lakukan dari kantong pribadi atas perintah ibu," katanya.

Tentang adanya 45 RT (rukun tetangga) di luar peta terdampak yang meminta ganti rugi dari pemerintah dan tidak dipenuhi, ia menyatakan ganti rugi untuk kawasan di luar peta terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Tapi, saya tahu pemerintah tidak mau membeli tanah dengan harga 20 kali lipat dari NJOP, karena mereka takut ditangkap KPK. Untuk itu, saya kira pemerintah harus meyakinkan KPK bahwa ganti rugi hingga 20 kali lipat dari NJOP itu untuk membantu rakyat," katanya.

Mengenai upaya untuk menghentikan luapan lumpur yang saat ini sudah berkurang banyak itu, Ical mengaku pengalaman luapan lumpur di Cirebon, Sumsel, Kalsel, dan Purworejo (Jateng) menunjukkan luapan lumpur itu sulit untuk dihentikan.

"Itu akan berhenti dengan sendirinya, karena hal serupa yang terjadi di Purworejo sudah berlangsung hampir 45 tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Saya kira, penyelesaian secara hukum sudah final, tapi saya kira memang ada yang mempolitisasi," katanya.

Dalam kuliah umum tamunya, Ical menyatakan perlunya para pemimpin mengarahkan Indonesia sebagai negara kesejahteraan dan tidak percaya pada ekonomi liberal yang merugikan masyarakat kecil. "Pemerintah perlu melakukan intervensi pada kemiskinan," katanya.

(E011/I007) (ANTARA News) Rabu, 27 April 2011

Sabtu, 16 April 2011

Terduga Pengembom Kakak dari "Kang Odang"

Pelaku bom bunuh diri di Cirebon.

Jakarta - Terduga pengebom bunuh diri di Masjid Polres Cirebon, Jawa Barat, Muchamad Syarif (32), adalah kakak kandung dari Imam Aji, pemain sinetron yang berperan sebagai Kang Odang pada sinetron Air Mata Surga.

Warga Kampung Astana Garib, Pekalipan, Kota Cirebon sangat mengenal wajah Imam Aji yang menjadi tontonan favorit remaja dan ibu-ibu di sana.

Supendi, Ketua RT 03/06 tempat rumah orang tua Syarif, mengatakan, Imam Aji sudah satu tahun pergi ke Jakarta dan rupanya menjadi pesinetron.

"Remaja di sini sangat mengenal Imam Aji karena jadi pemain Sinetron, dibanding kakaknya Syarif," kata Supendi, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah orang tua Imam, Sri Mulat.

Sejumlah remaja di sekitar rumah Imam, dengan cepat menjelaskan siapa Kang Odang begitu wartawan bertanya.

"Itu tayangan di Trans7 dia jadi Kang Odang yang giginya ada yang ompong," kata Rini, remaja setempat.

Ia menjelaskan, tayangan sinetron yang dibintangi Afriandi, Jihan Fahira dan Nargis, pernah tayang setiap Senin
sampai Rabu pada pertengahan tahun 2010.

Walapun mereka mengenal melalui layar kaca tetapi sehari-hari banyak tidak mengetahui aktifitas keluarga Ibu
Sri Mulat itu.

"Kami tidak tahu bagaimana dia jadi pemain sinetron, tiba-tiba saja jadi perbincangan setelah muncul tayangannya," kata Rohmah, salah seorang ibu tetangganya.

Imam Ali merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara pasangan Sri Mulat (56) dan Abdul Gofur (60) yang tinggal di Gang Nyi Gede Rara Kuning No 55, sementara Muchamad Syarif merupakan anak keempat.

Muchamad Syarif diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di Masjid Ad Dzikro Polresta Cirebon, Jumat (15/4) siang saat Shalat Jumat yang menyebabkan sang pelaku bom itu tewas dan 30 orang lain mengalami luka-luka.

Syarif berstatus sudah menikah dengan Sri Maliha (27) wanita asal Desa Panjalin Kulon, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Majalengka.
(T.B013/Z002) (ANTARA News) Sabtu, 16 April 2011

Selasa, 12 April 2011

Dede Yusuf "Bergeser" ke Demokrat ?

Dede Yusuf

Bandung - Hasil Salat Istikharah Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf, menyatakan bahwa ia "bergeser" dari Partai Amanat Nasional (PAN) ke Partai Demokrat.

"Insya Allah, lanjutkan," kata Dede Yusuf usai menghadiri acara Sosialisasi Jamsostek Tenaga Kerja Luar Hubungan Kerja, di Kota Bandung, Selasa.

Ketika ditanyakan apakah kata "lanjutkan" tersebut merupakan sebuah keputusan resmi bahwa Dede Yusuf pindah ke Partai Demokrat, ia menyatakan "Silakan diartikan sendiri dan itu menurut saya sudah jelas. Orang kalau sudah Istikharah jawaban cuma satu. Ini bukan pindah hanya 'bergeser', masih sama dalam satu koalisi besar," kata Dede Yusuf.

Saat wartawan bertanya apakah dirinya sudah mendaftar ke Demokrat, Dede mengatakan "Belum, itu belum dilakukan," ujarnya.

Menurut dia, Hatta Radjasa selaku Ketua Umum DPP PAN sudah mengetahui keputusan Salat Istikharah dirinya."Pak Hatta sudah tahu," katanya.

Ia menjelaskan, hasil tersebut bukan berarti menjadi acuan bagi dirinya untuk maju sebagai calon Jabar Satu dalam Pilkada Gubernur Jawa Barat tahun 2013 mendatang.

"Nggak kok, kalau itu (maju sebagai calon Gubernur Jabar) nanti harus istikharah lagi," katanya.

Sebelumnya, Dede Yusuf menyatakan akan salat Istikharah menyusul kabar kepindahan dirinya dari PAN ke Demokrat.

"Lagi rame ya, belum tuh (pindah partai). Saya mau istikharah dulu," kata Dede beberapa waktu lalu.
(KR-ASJ/Y008) (ANTARA News) Selasa, 12 April 2011

Kamis, 07 April 2011

Ulat Bulu Serang Kampung Umar-Rahmat

(foto: Tedi Suteja/Global TV)
BEKASI- Serangan ulat bulu tidak hanya terjadi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur namun kini sudah masuk ke Kota Bekasi. Kali ini ribuan ulat bulu menyerang sebuah sekolah TK Quantum, Jati Rasa, Jatiasih, Kota Bekasi.

Akibat serangan ulat bulu ini aktivitas belajar dan mengajar terpaksa dihentikan dan siswa langsung dipulangkan.

Ulat bulu itu muncul dengan tiba-tiba dari halaman belakang taman bermain TK Quantum yang merupakan lahan kosong dan dipenuhi semak belukar.

Salah satu guru TK Quantum, Diana mengatakan ulat bulu itu sudah masuk ke halaman sekolah dan ruang sekolah. Ulat bulu itu terlihat berkumpul di daun-daunan. Bahkan ulat bulu itu sempat masuk ke dalam sepatu siswa.

"Ulat bulu itu sudah masuk ke halaman dan taman bermain sekolah,"katanya, Rabu (6/4/2011).

Dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan para siswa diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sementara itu petugas Kecamatan Jatiasih terlihat datang ke lokasi dan langsung melakukan pengambilan ulat bulu sebagai sampel untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Tidak hanya itu saja, untuk mencegah penyebaran ulat bulu, semak belukar yang ada di halam sekolah juga ditebangi agar ulat bulu itu tidak merambah ke lingkungan perumahan.
(Tedi Suteja/Global/crl) Rabu, 6 April 2011

Rabu, 06 April 2011

Ngotot Usung Gedung Baru DPR, Pius Lustrilanang Bakal Kena Sanksi

Maket gedung baru DPR

JAKARTA - Partai Gerindra siap menjatuhkan sanksi atas sikap Pius Lustrilanang, politisi Partai Gerindra yang kini menduduki jabatan Wakil Ketua Badan Urusan rumah Tangga DPR RI yang menyimpang dari sikap partai. Pius pun diingatkan untuk tidak mempermainkan perasaan masyarakat yang tidak menginginkan pembangunan gedung baru DPR RI.
"Tugas kamu sebagai Wakil Ketua BURT adalah menggagalkan rencana pembangunan gedung baru," ucap Ketua DPP Gerindra Martin Hutabarat menirukan ucapan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kepada Pius, Agustus silam. Martin menambahkan agar Pius tidak ngotot mengurus kepentingan diri sendiri dibanding keputusan rakyat banyak. "Bapak (Prabowo) sudah menyampaikan pesan itu berkali-kali," ujar Martin di Gedung DPR RI, Selasa (5/4).
Martin menambahkan, Prabowo juga menyampaikan pesan kepada Pius untuk meyakinkan fraksi lainnya bahwa pembangunan gedung baru belum menjadi prioritas yang harus dilakukan. Pius akan diberikan sanksi jika tetap ngotot mempertahankan keputusan pribadinya dalam mendukung pembangunan gedung DPR RI yang membutuhkan biaya lebih dari Rp 1 triliun itu.
Martin menolak menegaskan apakah Pius akan ditarik dari DPR atau tidak. Sampai saat ini pun Pius belum dipertimbangkan untuk menghadap Ketua Umum Gerindra untuk menjelaskan sikapnya yang menyimpang dari partai. "Dalam waktu dekat partai akan mengumumkan sikap," ujar Martin. REPUBLIKA.CO.ID, – Sel, 5 Apr 2011

Sabtu, 02 April 2011

Ribuan Supir "Stres" di Merak

Antrean di Pelabuhan Merak Banten, beberapa waktu lalu

Gimana saya tidak stres, uang operasional sudah habis, di rumah istri dan anak sedang sakit
Berita Terkait
Merak - Antrean truk di Tol Merak, Kota Cilegon, Provinsi Banten mencapai enam kilometer sehingga membuat ribuan sopir mengalami stres berat.

"Kami tidak habis pikir, dari hari ke hari antrean truk terus bertambah panjang, dan ini sangat menganggu kami," kata salah seorang sopir angkutan susu cair, Mardi (45), Sabtu.

Dia menjelaskan, kendaraan truk yang hendak menyeberang ke Sumatra melalui Pelabuhan Merak sudah mulai emosi, lantaran harus menunggu dua, sampai tiga hari baru bisa masuk ke Pelabuhan setelah mengantre di Tol Merak dan Cikuasa Atas.

"Saya yakin, kalau kondisi antrean truk tidak ditangani secara tepat dan cepat, akan menjadi permasalahan serius, dan harus dibayar mahal oleh pemerintah, apalagi sekarang kami dengan ribuan sopir lainnya sudah stres dan kelelahan menunggu agar bisa masuk kapal," katanya.

Begitu pula dialami Mariyuana seorang sopir truk yang mengangkut sembako mengaku mengalami depresi sejak Jumat (1/4).

"Gimana saya tidak stres, uang operasional sudah habis, di rumah istri dan anak sedang sakit," katanya.

Secara terpisah, Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, La Mane menjelaskan, permasalahan yang dihadapi di Pelabuhan Merak, dikarenakan faktor alam, cuaca buruk dan peningkatan volume kendaraan.

"Disamping itu, jumlah kapal yang beroperasi juga tidak sesuai dengan kebutuhan dan keperluan yang ada, sehingga terjadilah antrean ribuan truk," ujarnya.
(ANT/A038) ANTARA News Sabtu, 2 April 2011

Jumat, 01 April 2011

Ical: Gedung DPR Tak Perlu Mewah, Tapi Fungsional

Aburizal Bakrie

JAKARTA- Gedung DPR dianggap sudah tak mampu lagi menampung para wakil rakyat yang jumlahnya 560 orang. Maka, pembangunan gedung baru dinilai perlu dilakukan.
“Daya dukung DPR sekarang meemang kurang, ya ditinjau kembali, tapi di buat lebih sederhana lagi,” kata Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie di sela rapat pimpinan nasional KADIN Indonesia, di Hotel Ritz Carlton, Jumat (1/4).
Menurutnya, rencana pembangunan gedung baru DPR kini memang terlalu mewah. Sebaiknya, menurut Ical, gedung yang dibangun lebih mementingkan fungsional. “Tidak perlu mewah, tapi fungsional,” ujarnya.
Sementara itu, Ical menanggapi pernyataan mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla yang menilai bahwa Ical dan Presiden SBY merupakan penentu kelangsungan pembangunan gedung baru DPR senilai hampir Rp 1,2 triliun, sebagai lelucon. “Saya kira pak JK bercanda. Pak JK kan orangnya memang senang bercanda,” kata dia.
Republika – Jum, 1 Apr 2011

Jumat, 25 Maret 2011

Susno Menyatakan Banding Atas Putusan PN Jaksel

Mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji

Jakarta - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Susno Duadji, menyatakan mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menghukum dirinya dengan tiga tahun enam bulan penjara.

"Kami mengajukan banding karena fakta-fakta yang dipertimbangkan tidak sesuai dengan fakta persidangan karena hanya menggunakan keterangan dari Maman dan Sjahril Djohan saja," kata kuasa hukum Susno Duadji, Henry Yosodiningrat, seusai persidangan Susno Duadji, di PN Jaksel, Kamis malam.

Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komjen Pol Susno Duadji, divonis tiga tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp200 juta atau subsider enam bulan kurungan karena secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Henry juga menyatakan adanya ketidaksesuaian fakta itu, akan disampaikan melalui memori banding nanti. "Nanti dimemori bandingnya," katanya.

Dikatakan, pihaknya tidak menilai soal berat ringannya hukuman, namun yang jadi persoalan adalah tuduhan bahwa Susno terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan.

Sementara itu, Susno Duadji menyatakan soal putusan itu, dirinya tidak mau mengomentari apakah dirinya dikorbankan atas putusan tersebut.

"Kalau putusan tidak kita terima, kita bisa melakukan upaya hukum," katanya.

Sebelumnya dilaporkan, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal, Komjen Pol Susno Duadji, belum akan dieksekusi pascavonis tiga tahun enam bulan kurungan karena belum ada putusan tetap dari Mahkamah Agung.

"Eksekusi belum dilakukan karena yang bersangkutan banding. Dan putusan (Pengadilan Negeri Jakarta Selatan) belum memiliki kekuatan hukum tetap," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Selatan, M Yusuf, kepada ANTARA, di Jakarta, Kamis. (*) Jumat, 25 Maret 2011 (T.R021/Z002) Editor: Ruslan Burhani

Kamis, 24 Maret 2011

Tifatul: Silakan BIN Awasi Jejaring Sosial

Tifatul Sembiring

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mempersilahkan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk mengintai atau mengawasi aktivitas di situs jejaring sosial yang ada.

"Karena pada prinsipnya jejaring sosial terbuka bagi siapa saja," katanya, di sela-sela pembukaan Dialog Pertahanan Internasional Jakarta, Rabu.

Tifatul mengatakan, situs jejaring sosial yang diminati masyarakat saat ini memuat data dan informasi yang lengkap mengenai seseorang.

"Selain sebagai alat publikasi diri, sarana jejaring sosial dapat dimanfaatkan setiap orang untuk mendapatkan informasi, termasuk badan intelejen negara sekali pun," ujarnya.

Ia menambahkan, siapa saja bisa mengakses data dan informasi seseorang melalui jejaring sosial. "Itu kan bersifat terbuka, jadi tidak perlu diintai juga sudah bisa diintai," tutur Tifatul.

BIN berencana mengawasi ketat situs jejaring sosial seperti "Facebook" dan "Twitter".

Kepala BIN Sutanto menyebut, pengawasan terhadap situs jejaring sosial dilakukan BIN untuk mendapatkan informasi mengenai pihak pihak yang diduga subversif.(T.R018/ ) (ANTARA News) Rabu, 23 Maret 2011 Editor: Suryanto

Sabtu, 19 Maret 2011

Menkeu: Piutang Negara Capai Rp62 Triliun

Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo.

Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah tagihan negara mencapai Rp62 triliun.

"Dalam pengelolaan piutang negara sudah ada kemajuan, tetapi masih jauh dari harapan. Utang negara yang belum ditagih ada Rp62 triliun. Pada 2014 harus turun secara drastis," kata Menkeu dalam acara pelantikan eselon II di lingkungan Kemenkeu di Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan, tanpa tim kerja yang baik maka akan sulit untuk menyelesaikan tagihan negara tersebut, namun dengan komitmen dan integritas tinggi maka hal itu dapat diselesaikan.

Menkeu menyebutkan, piutang Rp62 triliun ini merupakan aset-aset bekas Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan aset dari BUMN yang dialihkan penagihannya.

"Rp62 triliun itu ada aset bekas BPPN, ada aset dari BUMN yang dialihkan untuk ditagih dan lain-lain. Jadi itu tantangan kita, tapi yang paling penting kita tahu dulu angkanya besar. Kalau sudah angkanya besar jadi kita punya program untuk selesaikan itu," jelasnya.

Ia menegaskan, jumlah piutang ini harus turun drastis pada 2014. "Nah, kita melanjutkan upaya untuk penagihan. Penagihan itu dimulai mungkin melakukan upaya yang halus, upaya restrukturisasi, sampai dengan upaya tindakan hukum," katanya.

Sementara itu Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu, Hadiyanto mengatakan, pihaknya akan mengusahakan membuat pemetaan intensifikasi penagihan piutang negara tersebut.

"Kita coba mengeksekusi aset dengan tepat waktu. Kita prioritaskan yang marketable. Kami harap ada pengembalian dengan baik. Ambisi kami bisa turun maksimal sampai setengahnya," kata Hadiyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu melantik 21 pejabat baru eselon II di lingkungan Kemenkeu. Sebanyak 20 pejabat adalah pejabat di Ditjen Kekayaan Negara dan satu pejabat di lingkungan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu.


Pelantikan 21 Pejabat

Sebanyak 21 pejabat itu adalah Agus Rijanto Sedjati sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Pardiman sebagai Direktur Barang Milik Negara, Arif Baharudin sebagai Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan dan Soepomo sebagai Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain.

Sementara Susiadi Prayitno sebagai Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi, Ida Bagus Aditya Jayaantara sebagai Direktur Penilaian, Purnama Sianturi sebagai Direktur Hukum dan Hubungan Masyarakat.

Lainnya Teguh Wiyono sebagai Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan, Nuning Sri Rejeki Wulandari sebagai Tenaga Pengkaji Restrukturisasi, Privatisasi, dan Efektivitas Kekayaan Negara Dipisahkan.

Selain itu, M. Djalalain sebagai Kepala Kantor Wilayah II DJKN Medan, Tri Intiaswati sebagai Kepala Kantor Wilayah III DJKN Pekanbaru, A. Tahrir Hasbullah sebagai Kepala Kantor Wilayah V DJKN Bandar Lampung, Mustafa Bin Husein sebagai Kepala Kantor Wilayah VI DJKN Serang.

Pejabat lainnya, Aminah sebagai Kepala Kantor Wilayah VII DJKN Jakarta, Edy Susianto sebagai Kepala Kantor Wilayah VIII DJKN Bandung, Lalu Hendry Yujana sebagai Kepala Kantor Wilayah X DJKN Surabaya, Nur Purnomo sebagai Kepala Kantor Wilayah XI DJKN Pontianak, Suhadi sebagai Kepala Kantor Wilayah XII DJKN Banjarmasin.

Juga Sapto Mintarto sebagai Kepala Kantor Wilayah XIII DJKN Samarinda, Tavianto Noegroho sebagai Kepala Kantor Wilayah XVI DJKN Manado, dan Andin Hadiyanto sebagai Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral BKF.(*)

Jumat, 18 Maret 2011 (ANTARA News) Editor: Ruslan Burhani

Jumat, 18 Maret 2011

Jepang Minta Tambahan Gas dan Minyak Indonesia

Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Jakarta - Pemerintah Jepang meminta Indonesia untuk meningkatkan pasokan minyak bumi dan gas alam cair (LNG) untuk mengatasi krisis listrik akibat bencana gempa dan tsunami.

"Akibat tsunami dan gempa, PLTN rusak dan terjadi kekurangan listrik secara besar-besaran karena terjadi kekurangan listrik Jepang melakukan penghematan listrik secara berencana," kata Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Makiko Kikuta di Jakarta, Kamis.

Pada Kamis (17/3) ini, Makiko Kikuta melakukan pertemuan dengan Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Hotel Borobudur Jakarta.

Makiko mengakui, sejak terjadinya gempa dan tsunami, PLTN di negara itu rusak parah sehingga saat ini Jepang kekurangan pasokan listrik.

"Saya meminta kepada Hatta agar pemerintah memberikan tambahan energi dan gas alam cair serta minyak bumi kepada Jepang," ujarnya.

Permintaan tersebut, lanjut Makiko, telah disampaikan kepada Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam pertemuan tersebut.

"Pak Hatta telah menyampaikan beliau menanggapi secara serius terhadap permintaan saya. Kita mengharapkan bantuan LNG dan minyak bumi," tegasnya.

Menanggapi permintaan itu, Hatta mengaku belum memberikan keputusan karena harus dibahas dengan Menteri ESDM.

"Ada permintaan, tentu yang pertama kita akan bahas bersama menteri ESDM dan saya akan laporkan segera kepada Presiden. Kita menanggapi itu dengan serius," jelas Hatta.

Hatta mengakui belum mengetahui berapa jumlah permintaannya. Hanya saja, kebutuhan listrik Jepang sama besarnya dengan kebutuhan listrik di Pulau Jawa.

"Belum disampaikan jumlahnya, tapi kalau melihat padamnya PLTN nuklir itu sama dengan luas Pulau Jawa, itu artinya puluhan ribu megawatt, tentu jumlahnya cukup besar," ujarnya.

Ketika ditanyai mengenai apakah Indonesia mampu memenuhi permintaan Jepang tersebut sementara di Indonesia pun mengalami kekurangan gas, Hatta menyatakan kekurangan gas yang dialami Indonesia bukan karena kurangnya persediaan, melainkan tidak adanya terminal penampung.

"Saya belum lihat, kalau kita kekurangan itu bukan karena kita tidak punya LNG tapi kita tidak punya `receiving terminal`," katanya.(*)

(ANTARA Nws) Kamis, 17 Maret 2011 (T.A039/S025) Editor: Ruslan Burhani

Senin, 14 Maret 2011

BNP2TKI : Empat TKI di Oita Hilang

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Muhammad Jumhur Hidayat.

Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Jakarta, Minggu, mendapat kabar empat TKI yang bekerja sebagai anak buah kapal Kuni Maru 3 di Oita hilang pascagempa dan tsunami di Jepang, Jumat (11/3).

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menyebutkan berdasarkan informasi dari Otoritas Oita, keempat WNI yang dilaporkan hilang itu bernama Sunardi, Tonny Setiawan, Rudi Hartono, dan Arifin Siregar.

Sementara kabar dari KBRI Tokyo, kata Jumhur, terdapat enam WNI/TKI yang merupakan anak buah kapal Yoshimaru 55 dalam keadaan selamat di Ishonimaki yakni Fanny Kowel, Stenly, Michael Parengkuan, Meydi, Nanto, dan Adhi.(*)


(ANTARA News) Minggu, 13 Maret 2011 (T.B009/R007) Editor: Ruslan Burhani

Kamis, 10 Maret 2011

Hanura Pilih Berkoalisi dengan Rakyat

Hanura Pilih Berkoalisi dengan Rakyat

Jakarta - Partai Hanura menegaskan akan tetap berada dijalur oposisi. Alasannya, jika semua masuk koalisi, siapa yang akan mengawasi pemerintah.

"Lebih banyak koalisi lebih bagus. Problemnya, kalau semua masuk koalisi nggak ada partai satupun di luar koalisi. Lalu bagaimana wajah DPR nggak ada diskusi yang panas, begitu sidang dibuka setuju, pulang. Bersyukurlah Hanura tetap konsisten di luar Sekretariat Gabungan," kata Ketua Umum Partai Hanura Wiranto di DPR, Jakarta, Kamis (10/3/2011).

Menurut Wiranto, jika semua partai berbondong-bondong berkoalisi maka sistem pemerintahan akan berantakan. Sebab tidak ada lagi yang mengkritisi dan mengoreksi pemerintahan. "Sistem pemerintahan akan berantakan, rakyat merasa ditinggalkan oleh konspirasi antara eksekutif dan legislatif rakyat akan dicederai dan dilukai oleh wakil-wakil rakyat," tuturnya.

Karenanya, lanjut Wiranto Hanura akan berkoalisi dengan rakyat dan beroposisi dengan kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan rakyat. Terkait sikap Golkar yang memutuskan tetap berada dinarisan koalisi. Wiranto tak ambil pusing, walaupun saat hak angket mafia pajak, Hanura dan Golkar satu suara mendukung hak angket. "Itu urusan partai lain, Hanura tidak ikut tentukan kebijakan partai lain." [tjs] Oleh Windi Widia Ningsih | 10 Mart 2011

Minggu, 06 Maret 2011

Potongan Kepala Manusia Masih Tersimpan di RSU Tangerang

Tangerang - Potongan kepala dan tangan manusia yang ditemukan warga Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten, masih tersimpan di ruang kamboja Rumah Sakit Umum (RSU) setempat karena belum ada pihak yang mengakui sebagai saudara.

"Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku sebagai saudara setelah melihat potongan kepala yang tersimpan di RSU Tangerang," kata Kapolsek Metro Tangerang, Kompol Untung Muwardi, saat dihubungi pada Minggu.

Menurut dia, meski sudah ada beberapa warga yang melihat langsung potongan kepala itu, tapi mereka tidak bersedia memberikan penjelasan apakah punya hubungan kekerabatan atau tidak.

Warga Kelurahan Babakan, Tangerang, menemukan potongan kaki dan kepala manusia yang dibungkus dalam kantong plastik hitam itu di bawah kolong jembatan Sungai Cisadane.

Dia menyebutkan, bila ada warga atau keluarganya yang hilang agar segera melihat potongan kepala itu di RSU Tangerang.

Mansyur (32) penduduk Kelurahan Babakan, Kota Tangerang, ketika sedang memancing di pinggir sungai, menemukan potongan kaki dan kepala manusia dalam plastik berwarna hitam.

Mansyur hampir tiap pekan memancing di Kali Cisadane, namun ketika itu hujan turun gerimis dan berupaya untuk berteduh.

Saat berteduh, Mansyur melihat adanya bungkusan hitam kemudian membuka, tiba-tiba kaget karena di dalamnya terdapat kepala dan kaki manusia.

Atas temuan tersebut, Mansyur dan sejumlah warga Babakan melaporkan ke kantor polisi terdekat, yang kemudian membawanya ke RSU Tangerang.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap korban karena belum diketahui jenis kelamin karena menunggu hasil otopsi.
(U.A047/R010) (ANTARA News) Minggu, 6 Maret 2011

Jumat, 04 Maret 2011

Kapal Perang AS Singgah Di Pelabuhan Tanjung Perak

ilustrasi (FOTO ANTARA/REUTERS/Mike Blake)

Surabaya - Kapal perang "USS Germantown" milik Angkatan Laut Amerika Serikat singgah di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis.

Sebanyak 350 personel marinir Angkatan Laut akan singgah selama empat hari di Surabaya dan menjalin hubungan antar-Angkatan Laut Indonesia dan Amerika.

"Kami selama empat hari berkunjung ke Surabaya. Di samping menjalin kerjasama dengan Angkatan Laut Indonesia, juga untuk meningkatkan hubungan antar-kedua negara," ujar Atase AL Amerika Serikat, Adrian Jansen, kepada wartawan ketika ditemui di Tanjung Perak.

Hal senada disampaikan "Commanding Officer" CDR Michael A. Crary, USN, mengatakan, kedatangannya beserta personel AL Ameriksa Serikat, merupakan bagian dari hubungan yang terus berkembang antara Amerika dan Indonesia di bawah kerjasama "Kemitraan Komprehensif".

"Kami adalah mitra dan teman secara alamiah dan berharap terus memperkuat ikatan dan komunikasi antara Angkatan Laut Amerika dan Indonesia, dan meningkatkan serta memperkuat hubungan untuk melihat secara langsung negara yang besar ini," katanya.

Selama bersandar, lanjut dia, pihaknya mempersilakan kepada siswa sekolah yang ingin berkunjung dan melihat dari dekat peralatan perang milik Amerika Serikat tersebut.

Kapal USS Germantown adalah kapal pertama dalam kelas sejenis yang bertugas di Pasifik.

Nama USS Germantown diambil dari daerah bersejarah Germantown di kawasan Pennsylvania yang terkenal sebagai situs sebuah pertempuran penting dalam Revolusi Amerika.

Germantown adalah kapal yang memiliki kemampuan canggih dan sanggup menjalankan berbagai jenis tugas. Misi kapal perang amfibi itu adalah membawa dan meluncurkan kendaraan-kendaraan dan kapal-kapal amfibi.

Kapal itu dapat secara cepat dan efektif menyelamatkan orang-orang sipil yang terdesak atau mengalami tekanan-tekanan di daerah yang berbahaya, serta membawa dan mengantarkan ratusan ton bahan batuan untuk korban hanya dalam beberapa jam setelah kapal tiba di suatu daerah.

Selain itu, kapal itu juga telah dilengkapi dengan peralatan medis dan perawatan gigi yang canggih sehingga Germantown tidak hanya berfungsi sebagai kapal perang, tetapi juga kapal perdamaian.(*)

(ANTARA News) Kamis, 3 Maret 2011 (L.KR-DYT*D010/I007)

Senin, 28 Februari 2011

Menkominfo: Pemerintah Bisa Sadap Blackberry

Menkominfo: Pemerintah Bisa Sadap Blackberry

Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengatakan, Pemerintah bisa melakukan penyadapan terhadap gadget BlackBerry (BB) meskipun Research in Motion (RIM) masih dalam proses memasang server di Indonesia.
"Warning saya bahwa BB tidak bebas terhadap penyadapan, dan bisa dilakukan penyadapan terhadap BlackBerry," kata Menteri Tifatul di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan, penyadapan terhadap BB dilakukan untuk keperluan tertentu di antaranya untuk mengantisipasi peredaran gelap narkoba, ancaman terorisme, hingga korupsi.
Menteri Tifatul mencontohkan, beberapa pengalaman di negara lain di antaranya di India untuk kasus teroris Bombai salah satu artikel di media massa negara itu merilis bahwa komunikasi antarpelaku teroris dilakukan melalui BB.
"RIM sudah sepakat untuk memasang server atau repeater di Indonesia sehingga kita bisa lakukan penyadapan untuk kasus-kasus tertentu," katanya.
Pihaknya secara tegas telah meminta komitmen dari RIM untuk menjalankan aturan tersebut untuk mengantisipasi sejumlah kasus yang menggunakan BB sebagai alat komunikasi jaringan.
Meski kini sedang dalam proses pemasangan server di Indonesia, ia menegaskan BB tetap bisa disadap untuk keperluan investigasi kasus-kasus tertentu.
Menteri menambahkan hal yang terpenting saat ini adalah menyusun aturan perundangan terkait tata cara penyadapan.
"Hal terpenting adalah DPR harus segera membuat UU tentang tata cara penyadapan. Kita lebih setuju adanya UU baru tentang itu, dan sebaiknya RPP penyadapan akan dikembangkan sebagai UU saja," demikian Menkominfo Tifatul Sembiring.
Antara -28/02/2011

Sabtu, 26 Februari 2011

Dipo Dilaporkan Media Group ke Mabes Polri

Pengacara OC Kaligis.

Jakarta - Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam dilaporkan Media Group ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Sabtu.

Wakil Media Group yang hadir diantaranya Direktur Metro TV, Suryopratomo dan Wakil Direktur Metro TV, Sugeng Suprawoto, dan Kadiv Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi melaporkan Dipo dengan didampingi kuasa hukumnya, OC Kaligis pada pukul 15.15 WIB.

Media Group yang terdiri dari Media Indonesia dan Metro TV tiga hari lalu mensomasi Dipo terkait pernyataan Seskab tentang media yang selalu menjelek-jelekan pemerintah tidak perlu diberi iklan atau pun tidak wajib dihadiri jika ada undangan, dinilai telah membungkam pers dan menutup informasi.

"Dipo dilaporkan ada fakta, karena tidak menjawab somasi yang kita ajukan," kata OC Kaligis.

Dan Dipo diduga melanggar pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Pasal 52 UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Kami menilai Dipo telah melanggar kebebasan pers," kata OC Kaligis. Dipo sudah diberi waktu 3x24 jam untuk menjawab somasi yang diberikan, katanya.
(*)(ANTARA News) Sabtu, 26 Februari 2011
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © 2011

Senin, 21 Februari 2011

GBPH Yudhaningrat: Polemik RUUK Semakin Membelenggu

GBPH Yudhaningrat: Polemik RUUK Semakin Membelenggu

Yogyakarta - Gusti Bendara Pangeran Harya Yudhaningrat mengatakan bahwa polemik dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUUK DIY) justru semakin membelenggu.
"Masyarakat DIY justru sepertinya dibelenggu dengan polemik pembahasan RUUK DIY," kata Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) Yudhaningrat disela-sela diskusi buku "Wasiat HB IX" di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, salah satu poin penting dalam pembahasan RUUK DIY yang paling sulit dipahami adalah jabatan gubernur dan wakil gubernur DIY, bukan masalah penetapan ataupun pemilihan untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan tersebut.
Adik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X itu mengatakan, di dalam peraturan perundang-undangan telah dinyatakan bahwa jabatan tersebut merupakan hak dari Sri Sultan Hamengku Buwono dan Sri Paduka Paku Alam yang bertahta.
"Masyarakat di DIY hanya mengikuti aturan main yang ada. Masalah itu harus bisa sinkron antara aturan dan pelaksanaannya," katanya.
Oleh karena itu, seluruh masyarakat diharapkan mampu memahami secara betul arti dan maksud dari keistimewaan DIY. Antara – 21 Feb 2011