TERIMAKASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI KAMI
RAPI KECAMATAN KOJA JAKARTA UTARA

Jumat, 09 Desember 2011

Belanda minta maaf pada korban pembantaian Rawagede

Dubes Belanda Tjeerd De Zwaan

Karawang - Pemerintah Belanda secara resmi meminta maaf atas aksi militernya pada tahun 1947 yang menyebabkan jatuhnya korban sipil di Desa Balongsari, Kecamatan Rawagede, Karawang, Jawa Barat.

"Hari ini kita mengenang anggota keluarga Desa Balongsari yang tewas 64 tahun lalu saat agresi militer Belanda. Saya atas nama Pemerintah Belanda memohon maaf atas tragedi tersebut," kata Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan saat mengikuti acara peringatan 64 tahun Tragedi Pembantaian Rawagede di Desa Balongsari, Jumat.

Zwaan mengatakan peristiwa Rawagede merupakan hal yang menyedihkan dan sebuah contoh mencolok tentang bagaimana hubungan antara Indonesia dan Belanda pada masa itu (tahun 1947) berjalan ke arah yang keliru.

"Anda masing-masing tentu mempunyai cara tersendiri untuk mengatasi kenangan pahit tragedi Rawagede. Saya berharap bahwa dengan bercermin bersama pada peristiwa itu, kita bisa melangkah bersama ke masa depan dan bekerja sama dengan erat dan produktif," kata Zwaan.

Pembantaian penduduk di Kampung Rawagede yang terletak di antara Karawang dan Bekasi terjadi pada 9 Desember 1947 saat agresi militer Belanda yang pertama ke bekas Hindia Belanda.

Dalam operasinya di daerah Karawang, tentara Belanda memburu Kapten Lukas Kustario, Komandan Kompi Siliwangi, yang diduga bersembunyi di Kampung Rawagede.

Diduga karena tidak menemukan Kapten Lukas, tentara Belanda pun memerintahkan semua penduduk laki-laki, termasuk para remaja belasan tahun di kampung itu berdiri berjejer dan memberondong mereka dengan senapan. Diperkirakan 431 orang meninggal akibat penembakan tersebut.

Kasus ini mulai disidangkan tahun 2009 di Mahkamah Internasional Den Haag dengan penggugat sebanyak tujuh janda korban pembantaian, satu anak perempuan korban, dan seorang lelaki yang selamat dari pembantaian.

Pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag menyatakan Pemerintah Belanda bersalah, dan harus bertanggung jawab. Pemerintah Belanda diperintahkan membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya. Menurut pengacara korban, jumlah kompensasi per orang sebesar 20 ribu euro atau sekitar Rp240 juta.

Sementara itu, salah satu saksi hidup tragedi Rawagede, Laksmi (90 tahun), yang ditemui saat peringatan 64 tahun Tragedi Rawagede mengatakan dirinya sudah memaafkan Belanda.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Belanda membayar kompensasi kepada keluarga korban.

"Saya sudah tua tapi belum punya tempat tinggal tetap. Rencananya uang kompensasi akan saya belikan rumah dan sisanya untuk hidup sehari-hari," kata Laksmi yang saat peristiwa pembantaian terjadi sedang mengandung tujuh bulan.
(ANTARA News) Jumat, 9 Desember 2011
Editor: Desy Saputra

Sabtu, 26 November 2011

Wah, Tempe Jadi Primadona di Jepang

Ilustrasi. Tempe

MADIUN - Tempe ternyata mampu menggaet seorang bos asal Jepang untuk terjun langsung dalam proses pembuatan tempe industri rumahan di Madiun.

Dia adalah Presiden dari sebuah perusahaan yang bernama Tempest Food asal Yokohama, Jepang. Ken Yukai belajar bagaimana pembuatan tempe dari industri rumahan di Desa Glonggong, kecamatan dolopo Madiun Jawa Timur.

"Tempe menjadi makanan favorit di Jepang karena menyehatkan. Sehingga nilai ekonomisnya lebih mahal tiga kali lipat dibandingkan dengan daging," katanya saat ditemui di Madiun Jawa Timur, Sabtu (26/11/2011).

Menurut dia, sengaja dipilihlah tempat belajar bagaimana membuat tempe di industri rumahan seperti di Madiun, sebab tempe yang berasal dari industri rumahan dinilai masih asli dan tanpa banyak pengawet.

Ditambahkannya pula, satu alasan lagi yang membuat Ken tertarik untuk belajar banyak tentang tempe adalah karena makanan asli Indonesia ini sangat menyehatkan.

"Kandungan protein yang dihasilkan dari proses fermentasi kedelai menjadi tempe dapat mencegah timbulnya beragam penyakit di saluran pencernaan," imbuhnya.

Sehingga menurut dia, perbandingan jika mengkonsumsi tempe dan daging, tempe jauh lebih aman. Daging menurutnya dapat memicu penyakit degenerativ seperti jantung dan kanker.

Alasan kesehatan itu pula yang membuat tempe kini populer. selain Jepang, ternyata tempe juga jadi primadona di sejumlah negara maju seperti Amerika serikat (AS) dan Eropa. Karena kepopulerannya itu, harga tempe melambung tinggi mencapai Rp30 ribu per 100 gram, sementara daging hanya Rp10 ribu per 100 gram.

Selain belajar tempe dari Madiun, Ken juga belajar mengenai tempe di Jember, Malang, Yogyakarta dan Bandung. dari ke lima kota tersebut ken merasakan perbedaan rasa serta aroma tempe khas Indonesia yang nantinya akan dikembangkan di negera asalnya. (Arif Wahyu Efendi/Sindo TV/rhs) Sabtu, 26 November 2011 11:00 wib

Sabtu, 12 November 2011

Ratusan Rumah di Medan Terendam Banjir

 Banjir di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun

MEDAN - Ratusan rumah di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara, terendam banjir. Banjir yang mencapai paha orang dewasa ini, terjadi sejak pagi tadi.

Ricky seorang warga yang rumahnya kebanjiran menuturkan, selain curah hujan tinggi, banjir juga karena kiriman dari hulu Sungai Deli yang meluap.

Ricky menyesalkan, banjir yang sering melanda kawasan tersebut, tidak mendapat perhatian dari pemerintah. "Pusinglah kalau sudah banjir. Kerjaanpun terkendala malah nambah kerjaan harus nguras air dan membersihkan rumah kalau airnya sudah surut," tutur Ricky seorang warga kepada okezone, Sabtu (12/11/2011).

“Tidak ada perhatian dari pemerintah, mereka baru mau turun bila itu banjir besar. Yang gini-gini mana diperhatikan. Buktinya udah sering banjir, tapi jalan keluarnya enggak ada. Banjir lagi, banjir lagi," keluh Ricky.

Air di kawasan yang bersebelahan dengan Sungai Deli itu mulai naik sekira pukul 05.00 WIB, pagi tadi. Masyarakat memperkirakan, banjir akan surut sekitar pukul 11.00 WIB, siang nanti.

Sementara banjir langganan ini dimanfaatkan anak-anak untuk bermain. Padahal mereka seharusnya sekolah.

Risna Nur Rahayu – Okezone Sabtu, 12 November 2011 (amr)

Minggu, 30 Oktober 2011

Mahasiswa IPB temukan inovasi tembakau nonrokok

Institut Pertanian Bogor

Bogor - Tim mahasiswa Jurusan Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Pertanian Bogor, melalui sebuah penelitian menemukan inovasi pemanfaatan tanaman tembakau nonrokok.

Para mahasiswa tersebut, seperti diinformasikan Humas IPB di Bogor adalah Riska Ayu Purnamasari, Pratiwi Eka Puspita, Dhaniar Astri, Rinda Fadzila, dan Ahmad Jaelani Manurung.

Ketua tim peneliti Riska Ayu Purnamasari menjelaskan, di bawah arahan dosen pembimbing Dr Suryani, MSc, tim meneliti bahwa ada alternatif penggunaan tembakau untuk nonrokok yang "feasible" secara ekonomi.

"Penelitian kami adalah membuktikan daya antimikroba ekstrak tembakau agar dapat diaplikasikan sebagai antiseptik. Ini sebagai salah satu upaya mencari titik temu yang dapat menguntungkan setiap elemen masyarakat terkait kesehatan dan budaya menanam tembakau," katanya.

Ia mengemukakan bahwa beberapa tahun terakhir ini industri rokok menghadapi berbagai tekanan kebijakan sehingga berdampak pula terhadap keberlanjutan pertanian tembakau.

Beberapa kebijakan tersebut antara lain menaikkan harga jual eceran (HJE) sebesar 7 persen per Maret 2007, penetapan tarif spesifik rokok antara Rp3 hingga Rp7 per batang untuk rokok golongan I, Rp5 untuk golongan II, dan Rp3 untuk golongan III sesuai yang tercantum dalam Permenkeu No. 118/PMK.04/2006 tentang Kebijakan Cukai 2007.

Selain itu, juga UU No. 39 Tahun 2007 tentang batas cukai maksimum mencapai 57 persen, PP No 81 tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok bagi Kesehatan, dan Pergub DKI Jakarta No 75 Tahun 2005 tentang larangan merokok di tempat umum.

"Hal itu tentu saja meresahkan sebagian masyarakat yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh tani tembakau, buruh pabrik rokok, maupun pedagang rokok besar dan kecil," katanya.

Ia mengatakan, kebijakan pemerintah mengenai industri rokok itu dianggap dapat mengancam sumber ekonomi masyarakat yang bertumpu pada pertanian tembakau.

Oleh karena itu, ia dan rekannya di Jurusan Biokimia FMIPA-IPB mencari alternatif penggunaan tembakau untuk nonrokok itu.

Menurut Riska Ayu Purnamasari, ekstrak tembakau teridentifikasi sebagai senyawa yang bersifat antimikrobial terhadap pengujian beberapa strain mikroba.

Beberapa penelitian telah menunjukkan daya antimikrobial ekstrak tembakau terhadap E. coli dan S aureus, dan P. aeruginosa.

"Ekstrak tembakau memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S.aureus. Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa ektrak etanol minyak atsiri tembakau merupakan ekstrak yang paling banyak diperoleh selama proses ekstraksi dilakukan dan paling efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri," katanya.

Ia menjelaskan, konsentrasi hambat tumbuh minimum ekstrak minyak atsiri sebesar 10 persen menunjukkan daya hambat minyak atsiri tembakau cukup besar, dan hasil pada uji oles menunjukkan perbedaan yang signifikan antara keadaan sebelum dan sesudah dioles.

Uji Aktivitas antimikrobaekstrak tembakau dilakukan dengan menggunakan senyawa hasil ekstraksi, meliputi minyak atsiri, senyawa alkaloid, dan senyawa polifenol.

Masing-masing ekstrak diinjeksikan ke dalam media Nutrien Agar (NA) yang mengandung bakteriuji E.coli dan S. aureus.

Zona bening yang terbentuk di sekitar lubang sumur difusi merupakan respon aktif antimikroba ekstrak dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Hasilnya diketahui bahwa pengenceran atsiri sebanyak 10 persen memiliki daya hambat yang cukup baik menurut metoda Davis-Stout.

Kemudian, untuk melihat potensi ekstrak daun tembakau sebagai antiseptik maka dilakukan uji potensi antiseptik melalui uji organoleptik dengan metode oles.

Metode oles dilakukan pada lima panelis. Telapak tangan panelis yang kering dioleskan pada cawan Petri yang berisi media PCA. Panelis kemudian mencuci tangannya menggunakan ekstrak tembakau dan etanol 70 persen sebagai kontrol positif.

Telapak tangan yang telah kering kemudian dioleskan kembali pada cawan Petri yang berisi media PCA. Media PCA diinkubasi selama dua hari dalam suhu 37 derajat Celcisu. Masing-masing cawan uji dihitung jumlah bakterinya dengan metode TPC.

Hasilnya menunjukkan bahwa atsiri tembakau dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli (gram negatif) dan S. aureus (gram positif)dengan zona hambat yang terbentuk sebesar 24 mm.

Berdasarkan metoda Davis-Stout (sangat kuat, >=20 mm, kuat,10-20 mm), nilai zona hambat ini tergolong sangat kuat. Adapun untuk ekstrak senyawa alkaloid dan polifenol memiliki nilai 16 mm dan 14 mm untuk bakteri uji E.coli (kuat), sedangkan untuk uji bakteri S.aureus berturut turut 14 mm dan 30 mm (kuat dan sangat kuat).

"Secara umum dapat disimpulkan bahwa ekstrak tembakau yang meliputi atsiri, alkaloid, dan polifenol memiliki daya hambat yang kuat dan sangat kuat. Sehingga sangat dimungkinkan bahwa ekstrak daun tembakau dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk antiseptik," katanya.
(ANT -053/M027) Minggu, 30 Oktober 2011
Editor: Ruslan Burhani

Rabu, 26 Oktober 2011

58 calon haji Indonesia wafat

Mekah - Jumlah calon haji Indonesia yang wafat hingga Rabu pukul 13.55 waktu Arab Saudi atau pukul 17.55 WIB mencapai 58 orang, dengan terbanyak berusia 60 tahun ke atas sebanyak 37 orang.

Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama di Mekah menunjukkan, jamaah yang wafat berusia 50-59 tahun mencapai 17 orang, berusia 40-49 tahun tiga orang serta berusia di bawah 40 tahun sebanyak satu orang.

Dilihat dari embarkasi jamaah yang wafat terbanyak berasal dari Surabaya yakni 13 orang, Embarkasi Surakarta 10 orang, Embarkasi Jakarta dan Medan masing-masing tujuh orang serta Embarkasi Jakarta Bekasi enam orang.

Jamaah yang wafat di Mekah sebanyak 33 orang, di Madinah 24 orang dan dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi satu orang.

Untuk jenis kelamin terbesar pria yaitu 44 orang dan wanita 14 orang.

Penyakit yang diderita jamaah yang wafat terbanyak disebabkan penyakit sirkulasi 47 orang, penyakit sistem pernafasan delapan orang, penyakit neoplasma, penyakit endokrim nutrisi dan penyakit sistem syaraf masing-masing satu orang.

Berikut nama jamaah calon haji yang wafat hingga Rabu (26/10 pukul 13.55 waktu Arab Saudi atau 17.55 WIB:


NAMA JAMAAH HAJI WAFAT
• 1. KASIYAH BINTI AHMAD DISAN
• 2. MARHADI BIN DRUNO
• 3. ANDI SUTRIANY AMRA BINTI ANDI MAPPIARA
• 4. DEDEH MISYANAH BINTI H A SUTIA
• 5. MUHTAR BIN ENCON
• 6. TAMIDJAH BINTI MANIDJAN
• 7. ARIFIN BIN UMAR USMAN
• 8. SLAMET SUDIR BIN SUDIR
• 9. FATIMAH BINTI H.JAMAL
• 10. KASIMUN BIN MURTIJAN
• 11. PARLUHUTAN SIAGIAN BIN JANAGARI SIAGIA
• 12. SOEGIJONO BIN SOEKIRMAN
• 13. HADIAH BINTI DELI
• 14. SLAMET SUPARDI BIN SAREH COKRO LEKSONO
• 15. SITI MARIYAM BINTI H THOHIR
• 16. SLAMET RIYADI BIN MAD DAYIB
• 17. GUSLI BIN MAANI
• 18. FADLI HASANI BIN ZAINAL ABIDIN
• 19. YUSLAINI BINTI H. ABDURRAHMAN
• 20. MARSAID BIN SASTRODIMEJO
• 21. MASHUDI BIN BAKRI
• 22. SAINI BINTI TARJA
• 23. ROMLAH BINTI MOHAMMAD SIRAT
• 24. ASMANI BIN H.MUH.ZAHIR
• 25. ISROKHIM BIN SUKIS
• 26. SUKRISNO MUHAMAD WAHID BIN MUHAMAD
• 27. RUSLAN BIN MURJA
• 28. ODIK SODIKIN BIN DJUHRIA
• 29. MOH. ARIFIN BIN ARMAWI
• 30. M.KHOLIL BIN SAN MUNARI
• 31. HARMAINI HARAHAP BIN KHALIFAH ZAINUDDI
• 32. DRS.KUDUS BAKRI BIN H.BAKRI
• 33. HAIDIR BIN H ABD RAHMAN RITONGA
• 34. MUHAMMAD BAHARUDDIN,H BIN SURIANSYAH
• 35. YAHYA HI. ABDURAHMAN BIN ABUBAKAR
• 36. MOHIDIN ABDUL KADIR BIN KUNYI AHMAD
• 37. S. SOEPARDI BIN NGALI KASBU
• 38. MUCHLIS BIN MUHAMMAD YASIN
• 39. HADJIRE BASO BINTI BASO
• 40. KISMANTO KISWO SUBROTO BIN WONGSO SEMI
• 41. T. MUSRIZAT HANUM TS BINTI T.MUHAMMAD T
• 42. HARJO BIN SARDI
• 43. AWALUDDIN RITONGA BIN BANGGUR RITONGA
• 44. USMAN BIN MUHAMMAD JADI
• 45. SUDIRMAN BIN ABDUL CHOLIQ
• 46. M. BISRI BIN MASIR
• 47. MASNIK BINTI ABDUL MAJID
• 48. SABKI HAMID BIN H.ABDUL HAMID
• 49. P RIPAI BIN H SAMSUDIN
• 50. SUYANTO BIN NGASERI
• 51. HUSAIN BIN MUSLAR
• 52. M SALEH YUSUF BIN M YUSUF USMAN H
• 53. RIDWAN BIN SAIDAN
• 54. SULASMI BINTI KUSNAN
• 55. SAHARI BIN SALAM
• 56. SUDARSO BIN USMAN
• 57. SLAMET ADNAN BIN PAAT
• 58. BADRU BIN HUDAEMI

(T.A025/M026)

Senin, 10 Oktober 2011

Guru Dibui, Istri Bupati & Siswa Demo


Vini Noviati, guru yang dipenjara

Vini Novianti, 33 tahun, guru SD Negeri Regol 13 Kiansantang, Garut terancam hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. Guru cantik ini dilaporkan Ee Syamsuddin, seorang pengembang, karena telah melemparnya dengan pasir. Polisi langsung bergerak dan menjerat Vini dengan pasal 351 ayat 1 KUHAP tentang penganiaayaan.
Kini, guru honorer itu mendekam di ruang tahanan Lembaga Pemasyarakatan Garut.

Kasus ini mengundang keprihatinan warga Garut, terutama, para siswa Vini. Para siswa menggelar aksi keprihatinan dan doa bersama pada Rabu lalu, 5 Oktober 2011, agar ibu guru mereka dibebaskan polisi. Suasana haru diwarnai isak tangis para siswa pun pecah ketika salah seorang guru SDN Regol memimpin doa bersama.

Kamis kemarin, para siswa menulis surat ke bupati, jaksa, hakim, agar Vini dibebaskan. Surat itu mereka serahkan kepada pengacara Vini, Kusnadi.

Kasus yang menimpa Vini mendapat perhatian khusus. Pasalnya, di sekolah tempatnya mengajar, terdapat anak Komandan Kodim, Bupati, Wakil Bupati, dan jaksa. Sekolah ini memang merupakan sekolah favorit di Garut.
Wanda, salah satu siswa SD Negeri Regol 13, mengatakan selama Vini ditahan tiga pekan, kegiatan belajar-mengajar siswa kelas VI SD terganggu. Vini merupakan guru bahasa Inggris dan tak ada yang menggantikannya. "Tidak ada yang mengajar," kata Winda, Jumat.

Di mata siswa, Vini termasuk guru yang cerdas dan dekat dengan para muridnya. "Dia tidak pernah membentak," kata Wanda. "Ibu Vini ini paling mengerti di antara yang lain. Bahkan banyak para siswi yang sering curhat."

Istri Wakil Bupati, Rani Dicky Chandra, turut angkat suara. Menurut dia, penahanan Vini dapat membawa pengaruh buruk bagi psikologi siswa. "Karena yang namanya orang dipenjara, konotasinya negatif buat siswa," katanya. "Karena yang dipenjara itu biasanya orang jahat."
Bersama orangtua murid lain, Rani menyatakan akan menggelar aksi solidaritas pada sidang kedua Vini, Senin mendatang. "Untuk memberikan dukungan moril," katanya.

Aksi solidaritas juga dilakukan para siswa SMKN 1 Garut. Mereka melakukan istigosah dan penggalangan dana untuk Vini. Rencananya, dana itu akan mereka sumbangkan sebagai uang jaminan dan meringankan beban Vini.
Vini memiliki dua anak, masing-masing berumur 8 dan 6 tahun.
Selain itu, forum guru di Garut juga akan menyumbangkan uang Rp10 juta untuk meringankan masalah Vini. Bupati Aceng HM Fikri tak ketinggalan juga memberikan bantuan pendampingan hukum.
Syamsuddin membantah keras semua tuduhan itu. Hari itu, katanya, dia datang baik-baik untuk bertanya soal cicilan rumah yang dihuni Vini dan istrinya.
"Waktu kejadian itu, saya cuma menanyakan bagaimana ini cicilan, biar beres. Kalau untuk masalah mendorong, itu karena saya berusaha untuk menangkis serangan. Setelah saya menangkis, si Vini terjatuh," tuturnya.
(Laporan: SZ, Bandung | kd)

Rabu, 28 September 2011

Gunung Marapi kembali semburkan abu vulkanik

Gunung Marapi sebelumnya juga mengeluarkan abu vulkanik
terlihat dari Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Rabu

Bukittinggi - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat kembali mengeluarkan asap hitam disertai abu vulkanik sekitar pukul 07.45 WIB, Rabu.

Wartawan yang menantau di Sungaipuar, Tanahdatar, melaporkan bahwa asap hitam disertai abu vulkanik yang disemburkan dari kawah juga terlihat sangat jelas dari Bukittinggi. Asap mengarah ke Kabupaten Tanahdatar.

Seorang warga Sungaipuar, Syahril St Marajo, menyebutkan semburan asap hitam disertai abu vulkanik itu tidak lama.

"Asap hitam keluar sekitar lima menit, setelah itu gunung mengeluarkan asap putih tebal. Asap putih keluar juga tidak terlalu lama sekitar sepuluh menit kemudian tidak terlihat karena tertutup awan putih," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan warga lain, Ramhan. Kata dia, asap hitam disertai abu vulkanik juga telihat Selasa (27/9). Asap tersebut mengarah ke Tanahdatar.

"Asap yang keluar Selasa (27/9) tidak lama, sekitar lima sampai sepuluh menit," katanya.

Gunung Marapi yang memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) mengalami peningkatan aktivitas pada tanggal 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang mencapai 1.000 meter dan menjangkau ke sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, Padangpanjang. Sejak itu, gunung itu hampir mengeluarkan asap hitam setiap hari.

Petugas Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMB) Bukittinggi, Warseno, mengatakan pihaknya masih menetapkan status waspada level II. Dengan status itu, BGPVMB melarang pendakian lebih dari tiga kilometer dari puncak.

"Kita terus memantau perkembangan gunung, hanya saja tidak lagi mendatangi langsung ke lokasi karena alat seismograf yang dipasang di daerah Batupalano dan Lasi telah bekerja maksimal," katanya.

BGPVMB telah memasang tiga alat sesmograf dan satu digital analog pada posisi ketinggian 2.000 meter di daerah Batu Palano dan ketingian 1.500 meter di Lasi.

(ANTARA) Rabu, 28 September 2011 Editor: Suryanto

Minggu, 04 September 2011

Ribuan penumpang terlantar di Bakauheni

 motor dan mobil memadati kapal Ferry tujuan pelabuhan Bakauheni, di Pelabuhan Merak, Banten

Bakauheni, Lampung - Ribuan penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung, terlantar karena mengantre berjam-jam namun belum juga mendapatkan tiket kapal yang akan membawanya menuju Merak, Banten.

Berdasarkan pemantauan ANTARA di Pelabuhan Bakauheni, Minggu siang, ribuan penumpang saling berdesak-desakan antre untuk mendapatkan tiket tersebut.

Antrean penumpang ini sudah melebihi jalur antrean yang disediakan hingga mengular hingga ratusan meter atau sampai areal parkir terminal bus. Petugas membuatnya berkelok-kelok mengular agar tetap tertampung di tempat tersebut.

Sebagian penumpang antre di bawah terik matahari karena lokasi antrean yang disediakan tidak mampu lagi menampung membludaknya penumpang pejalan kaki dari terminal Induk Rajabasa.

Para petugas tampak sibuk mengatur jalur antrean yang dibantu oleh aparat kepolisian namun aksi desak-desakan tetap terjadi di jalur antrean karena penumpang ingin segera mendapatkan tiket.

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni sudah menambah dua loket tambahan dari lima menjadi tujuh loket dan memfungsikan loket kapal cepat menjadi loket kapal feri untuk mengatasi antrean.

Salah satu penumpang asal Kabupaten Lampung Tengah, Sunaryo, mengatakan bersama dua anaknya telah mengantre sejak pagi, namun belum juga mendapatkan tiket karena padatnya penumpang.

Dia bersama dua anaknya yang akan menuju Bandung tersebut, belum juga kebagian tiket sementara bajunya telah basah oleh keringat karena suasana sangat penat dan panas.

"Sekitar lima jam saya menunggu namun belum juga mendapatkan tiket kapal," katanya.

Penumpang lainnya, Gunawan, yang ditemui tidak ikut antre, mengatakan, karena terlalu lama mengantre namun belum mendapatkan tiket akhirnya keluar dari jalur antrean.

"Saya lebih baik menunggu penumpang berkurang karena meskipun antre berjam-jam namun belum mendapatkan tiket," katanya.

Dia mengatakan, berangkat dari Terminal Induk Rajabasa dan sampai di Bakauheni sejak pukul 09.00 WIB namun hingga pukul 12.00 WIB belum juga mendapatkan tiket sementara loket masih jauh.

Menurut dia, lebih baik mengalah dari pada harus berdesak-desakan mengantre, sementara pelayanan sangat lama tidak sebanding dengan lonjakan penumpang.

Berdasarkan data, dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni hingga Minggu pagi pukul 08.00 WIB jumlah arus balik pemudik (H+3) ini melalui pelabuhan tersebut mencapai 108.635 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 84.022 orang penumpang kendaraan, 24.148 penumpang pejalan kaki yang terdiri atas 20.759 pejalan kaki dewasa dan 3.389 anak-anak. (*)
Minggu, 4 September 2011 (ANTARA News) Editor: AA Ariwibowo

Selasa, 16 Agustus 2011

Mulai April 2012, TDL Direncanakan Naik 10 Persen


JAKARTA - Akhirnya pemerintah mengungkapkan rencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10 persen. Kenaikan TDL, yang dijadwalkan mulai April 2012, dilakukan sebagai upaya penurunan porsi subsidi listrik pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012.
"Paling lambat April 2012 akan ada kenaikan TDL 10 persen. Kenaikan TDL ini dilakukan secara proporsional, tetapi rumah tangga miskin (RTM) tidak akan dinaikkan," kata Menteri Keuangan, Agus Martowardojo dalam jumpa pers Nota Keuangan APBN 2012 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Selasa (16/8).
Sebelumnya, Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, menyatakan terkait tarif listrik pihaknya ikut keputusan pemerintah. "Soal tarif listrik dan marjin PLN akan ikut saja putusan pemerintah dan DPR. PLN menunggu saja sambil terus konsentrasi memperbaiki kualitas pasokan dan pelayanan listrik ke masyarakat," ujar Dahlan.
Agus mengutarakan pemerintah di tahun depan juga berupaya meningkatkan kegiatan energy mix melalui diversifikasi energi. Agus menyontohkan misalnya peningkatkan ketersediaan gas dan batubara untuk PT PLN (Persero). Termasuk juga menurunkan margin PLN dari delapan persen menjadi tujuh persen.
REPUBLIKA.CO.ID,16/08/2011

Jumat, 05 Agustus 2011

Efek Puasa Terhadap Tubuh


Selama berpuasa tubuh manusia menghasilkan energi dengan membakar sumber daya yang disimpan oleh tubuh. Simpanan ini terdiri dari lemak, karbohidrat dan gula sehingga menghasilkan energi.
Hati adalah organ yang paling berperan dalam proses ini. Hati mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut Keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi.
Justru tubuh mengambil banyak manfaat dari puasa. Detoksifikasi adalah salah satu manfaat terpenting dari puasa. Detoksifikasi terjadi saat usus besar, hati, ginjal, paru-paru, kelenjar getah bening dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun.
Proses ini dipercepat saat puasa karena tubuh memecah lemak. Bahan kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan yang disimpan dalam cadangan lemak, dilepaskan selama puasa.
Puasa juga menjadi penyembuh bagi tubuh, pikiran dan jiwa dengan cara yang simultan. Pada tingkat fisik, energi dan sumber daya dialihkan dari sistem pencernaan (yang terus-menerus dilakukan saat kita tak berpuasa) ke sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dan membangun kembali berjalan optimal.
Studi medis menunjukkan bahwa puasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang abnormal pada tubuh, seperti tumor. Sang tumor menjadi kelaparan dan karenanya lebih mudah untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.
Puasa memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan sumber daya dan fokus pada pembangunan kembali. Pada tingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA menjadi lebih efisien dalam mentranskripsikan protein dan jaringan yang dibutuhkan tubuh.
Perubahan lain dalam tubuh selama puasa termasuk sedikit penurunan suhu inti tubuh karena penurunan tingkat metabolisme dan fungsi tubuh secara umum. Kadar gula darah juga turun karena tubuh menggunakan cadangan glikogen dalam hati dan angka dasar metabolik (BMR) dikurangi dalam rangka untuk menghemat energi.
Sistem pencernaan, yang sangat sering kelebihan beban dan tak henti-hentinya bekerja, juga membersihkan sendiri sehingga pencernaan lebih efisien dan penyerapan nutrisi lebih optimal. Di sisi lain, lapisan lambung dan usus mengikis masalah 'sampah' tubuh. Proses lain yang menopang infrastruktur dasar tubuh juga meningkat selama puasa, misalnya produksi hormon meningkat serta pelepasan hormon anti-penuaan.
* Sumber: Republika
) Disarikan dari artikel ilmiah di Majalah Emel yang terbit di Inggris

Jumat, 29 Juli 2011

Calon Hakim Agung Akui Kekayaan Rp3,11 Miliar

Jakarta - Calon hakim agung yang juga Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung (MA) Cicut Sutiarso memiliki harta kekayaan sebesar Rp3,11 miliar dan banyak rumah di berbagai daerah.
Hal ini terungkap saat menjawab pertanyaan Komisioner KY Taufiqurrahman Syahuri saat wawancara akhir seleksi hakim agung di Jakarta, Kamis.
"Terakhir hanya Rp1,7 miliar. Saya khawatir ada perubahan belum periksa lagi ke KPK, mengenai penghitungan yang terakhir," jawab Cicut.
Menurut dia harta kekayaannya ini bukan miliknya sendiri, melainkan milik istri dan orang tua pihak istrinya.
"Istri saya punya modal. Istri saya di Banjarmasin, uang bercampur dengan nenek dan orang tuanya," katanya.
Namun, Taufiq masih menanyakan asal kekayaan calon hakim agung ini karena berdasarkan data yang dimilikinya istri Cicut tertulis tidak ada.
"Istrinya ditulis tidak bekerja makanya saya konfirmasi," kata Taufiq.
Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh juga menanyakan hal yang sama tentang harta yang dimiliki mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini.
Cicut menjelaskan bahwa dirinya memiliki rumah di Karawang, tanah di Batam, warisan rumah ibadah dan rumah baca di Wonogiri, rumah dinas di Sunter Jakarta, rumah di Surabaya serta perhiasan senilai Rp200 juta hingga Rp300 juta.
"Kebanyakan itu atas nama istri saya," kata Cicut.
Menanggapi klarifikasi tersebut, Imam menyatakan bahwa wajar saja harta kekayaan Cicut disebut senilai Rp3,11 miliar mengingat banyaknya aset tersebut.
Pada hari terakhir ini, KY mewancarai tujuh calon hakim agung, yakni Cicut Sutiarso, Sekretaris MA Muhammad Rum Nessa, adik Ketua KPK saat ini Hj Djazimah Muqqodas, Yayah Yaratul Salamah, anggota DPR RI Gayus Lumbuun, Dudu Duswara Machmudin, dan Basuki Rekso Wibowo.
Sementara panelis terdiri dari seluruh komisioner KY dan dua pakar, yakni mantan hakim agung Yahya Harahap serta Dr Ahmad Safii .
(ANTARA)29/07/2011

Minggu, 17 Juli 2011

Angelina: Pungutan Sekolah Sudah Sangat Keterlaluan

 Angelina Sondakh

Anggota Komisi X DPR RI (bidang Pendidikan), Angelina Sondakh, menilai pungutan sekolah maupun perguruan tinggi bagi siswa dan mahasiswa baru sudah sangat keterlaluan. Karena, pungutan sekolah itu begitu membebani para orang tua.
"Saya tak habis pikir, Undang Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), dengan tegas melarang aneka pungutan. Tetapi, tetap saja ini terjadi di mana-mana," tandasnya kepada ANTARA di Jakarta, Ahad (17/7).
Malah di sejumlah lembaga pendidikan, menurut dia, tarifnya sudah keterlaluan, karena benar-benar mencekik, yakni antara Rp 5 juta hingga Rp 40 juta (untuk sekolah) dan Rp 15 juta sampai Rp 250 juta (di berbagai perguruan tinggi/PT). "Berbagai praktik pungutan sekolah dan PT yang masih kerap terdengar pada masa pendaftaran siswa baru (PSB) atau pendaftaran mahasiswa baru (PMB) tersebut betul-betul memprihatinkan," katanya.
Tindakan pihak sekolah yang mengajukan aneka pungutan (uang pembangunan, uang bangku, uang seragam, uang buku, uang laboratorium atau uang praktik, uang ekstra-kurikurel), benar-benar sangat mengecewakan. Karenanya, ia mendesak Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan aparat terkait agar segera bertindak cepat, mengatasi praktik pungutan sekolah dan PT tersebut, karena sudah sangat meresahkan.
"Jika ini tidak diatasi segera, dikhawatirkan akan ada gelombang protes keras dan aksi massa yang membahayakan eksistensi dunia pendidikan kita kelak," tandasnya.
Ia menyayangkan, di saat publik sudah tahu anggaran pendidikan terus meningkat, malah harus sekitar 20 persen dari APBN, ternyata praktik pungutan (liar) tetap saja marak. Angelina Sondakh mengatakan, pengelola pendidikan seyogyanya jangan menjadikan sekolah atau PT sebagai lahan bisnis yang harus dikomersialisasikan.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -17/7/2011

Kamis, 09 Juni 2011

Pengungkapan Kasus Cybercrime Libatkan Polisi China dan Taiwan

Jakarta - Polri tidak sendirian dalam membongkar sindikat internasional cybercime. Penangkapan 170 WNA di 10 daerah di Jakarta dan sekitarnya ini dibantu kepolisian negara asing.

"Bareskrim Polri dan Polda Metro jaya melakukan giat penangkapan terhadap WNA asal China dan Taiwan atas dasar informasi yang diperoleh dari Kepolisian RRC dan Taiwan bahwa banyak korban penipuan melalui internet/ Cybercrime yang hasil lidik nya pelaku berada di wilayah Indonesia," ujar Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (9/6/2011).

Dari total 170 orang tersebut, 120 orang berjenis kelamin pria sementara sisanya perempuan. Mereka kini sedang diperiksa oleh petugas imigrasi untuk diketahui kelengkapan dokumennya.

"Selanjutnya Bareskrim Polri bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi akan melakukan penelitian terhadap dokumen yang mereka miliki," jelas Boy.

Setelah cek kelengkapan selesai, Polri akan berkoordinasi dengan kepolisian China dan Taiwan."Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan kepolisian RRC dan Taiwan untuk dilakukan langkah selanjutnya," tutur Boy.

Boy menjelaskan, ratusan WNA itu ditangkap di 10 lokasi yang berbeda, yakni daerah Serpong, Bekasi, dan Jakarta utara. Penangkapan dilakukan mulai siang sampai sore tadi.

"Pada hari ini sekitar jam 12.00- 17.00 WIB Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya melakukan giat penangkapan terhadap WNA asal China dan Taiwan," katanya.

(mei/gah) E Mei Amelia R detikNews Kamis, 09/06/2011

Selasa, 07 Juni 2011

Dua Sekolah Penolak Hormat Bendera Terkait Laskar Poso

Bendera Merah Putih 

KARANGANYAR- Salah satu sekolah di Karanganyar, Jawa tengah, yang menolak menghormat bendera merah Putih, disebut memiliki afiliasi dengan tokoh laskar Jihad Poso.

Pernyataan ini diungkapkan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama karanganyar Zuhaid dalam rapat bersama Muspida setempat, Selasa (7/6/2011).

Zuhaid menduga, Al Irsyad Tawangmangu berafiliasi dengan Ponpes Al Irsyad di Salatiga, yang waktu itu dipimpin oleh ustaz Jafar Umar Tholib. Diketahui bahwa Jafar Umar Thalib, adalah salah satu sponsor dari Laskar Jihad yang ada di Poso.

“Jafar Umar Thalib adalah pendiri Ponpes Ihya As Sunnah Yogyakarta. Beliau adalah tokoh Laskar Jihad, yang juga sponsor Laskar Jihad di Poso,“ jelas Zuhaid.

Seperti apa bentuk afiliasinya, Zuhaid tak menerangkan lebih jauh. Ajaran yang dianut oleh Al Irsyad Tawangmangu, sama dengan apa yang diyakini oleh Jafar Umar Thalib.

“Mereka memiliki ajaran dan fatwa seperti apa yang ada di Arab saudi. Menghormat bendera bagi mereka adalah bid’ah dan tidak perlu dilakukan.” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya dua sekolah yang tidak mau hormat kepada bendera Merah Putih yakni Yayasan Perguruan Islam Al Irsyad Al Islamiyah Tawangmangu dan SD IST Al Albani Matesih.

Atas keputusan tersebut, pimpinan sekolah dinilai tak memiliki rasa nasionalisme. Sehingga Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengancam akan membubarkan sekolah tersebut. (Widi Nugroho/RCTI/mbs)

Rabu, 01 Juni 2011

Habibie: Pancasila Bukan Milik Satu Rezim Pemerintahan

Bacharuddin Jusuf Habibie.

Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie menegaskan, Pancasila bukan milik satu rezim pemerintahan. Upaya melupakan ideologi itu sebagai trauma sejarah adalah kesalahan besar bangsa Indonesia.

"Harus diakui bahwa dimasa lalu, Pancasila telah diposisikan sebagai alat penguasa melalui monopoli penafsiran untuk digunakan melanggengkan kekuasaan," ujar Habibie Saat menghadiri peringatan Pidato Bung Karno tentang Pancasila 1 Juni di Gedung MPR/DPR/DPD Jakarta,

Akibatnya ketika terjadi pergantian rezim, Habibie melanjutkan, muncul demistifikasi dan dekonstruksi Pancasila yang dianggap sebagai ikon atau simbol politik rezim sebelumnya. Pancasila disalahkan sebagai trauma sejarah yang harus dilupakan.

"Menurut saya, ini merupakan kesalahan mendasar karena Pancasila bukan merupakan representasi sekelompok orang, golongan atau orde pemerintahan tertentu, melainkan pondasi dasar bangunan negara Indonesia," ujarnya.

Pada bagian lain pidatonya, Habibie menegaskan bahwa Pancasila sudah mengalami berbagai ujian sejak zaman demokrasi parlementer, terpimpin, hingga multi partai saat ini.

Namun, Habibie juga mempertanyakan dimana posisi Pancasila sekarang ini. "Pertanyaan ini penting karena sejak reformasi bergulir, ideologi bangsa itu seolah tenggelam dari memori kolektif bangsa ini," ujarnya seraya menambahkan fakta bahwa Pancasila semakin jarang dikutip, dibahas dan apalagi diterapkan dalam konteks kehidupan berbangsa bernegara.

Hiruk pikuk demokrasi dan kebebasan berpolitik di indonesia saat ini, kata Habibie, tidak pernah lagi menyertakan Pancasila itu.

Atas berbagai fenomena itu, Habibie mengemukakan penjelasannya atas sejumlah penyebabnya, yakni adanya situasi kehidupan bangsa telah berubah dalam konteks nasional, regional dan global dan hal itu akan terus terjadi.

Penyebab berikutnya adalah perkembangan khasanah hak asasi manusia yang tidak diimbangi dengan kewajiban asasi manusia.

"Padahal hak harus diimbangi dengan kewajiban," ujarnya. Selanjutnya juga ada faktor lonjakan kemajuan informasi di masyarakat. Ketiga perubahan itu, menurut Habibie, telah mendorong pergeseran nilai-nilai dalam masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut Habibie mengemukakan bahwa atas semua perubahan itu, perlu adanya reaktualisasi dan revitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai jawabannya. Kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia terasa kering sebelum adanya reaktualisasi nilai-nilai pancasila itu.

"Orde lama, orde baru dan orde manapun, Pancasila tetap jadi jati diri bangsa ini. Tanpa aktualisasi nilai-nilai dasar negara, bangsa ini akan kehilangan arah perjalanannya," ujar Habibie dan disambut tepuk tangan para hadirin.

Habibie juga menilai bahwa reaktualisasi Pancasila semakin menemukan relevansinya ditengah semakin maraknya faham radikalisme saat ini.
(*)(ANTARA News) Rabu, 1 Juni 2011
Editor: AA Ariwibowo

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Mantapkan Ideologi

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Mantapkan Ideologi

Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk memantapkan ideologi Pancasila sebagai jembatan menuju negara kesejahteraan.

"Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan ideologi dan jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dipertahankan, karena Indonesia dengan jati dirinya itu adalah konsep kehidupan negara kesejahteraan," kata Aburizal Bakrie melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa dalam menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2011.

Menurut Aburizal, permasalahan ideologi yang dihadapi bangsa Indonesia sangat kompleks, tidak hanya mencakup dimensi nasional tetapi juga pada tataran internasional.

Persoalan itu, kata dia, seperti munculnya isu gerakan Negara Islam Indonesia (NII), fenomena krusial tentang perang melawan terorisme, praktik liberalisasi pasar, serta ancaman terhadap "human security" yang ditandai dengan ancaman krisis pangan dan energi.

Hal ini, katanya, merupakan fenomena yang dapat mengoyak sistem nilai dalam tata peradaban dunia yang dapat mempengaruhi perilaku bangsa ini.

"Mengatasi problem yang bersifat ideologis seperti itu tidak bisa hanya dengan mengandalkan pendekatan keamanan, tapi harus dijawab dengan menggunakan pendekatan ideologis dan kesejahteraan," kata Aburizal.

Bagi Partai Golkar, menurut dia, pemantapan ideologi Pancasila merupakan jawaban terhadap permasalahan ideologis yang melanda peradaban dunia dan bangsa ini.

"Pancasila adalah ideologi yang dapat mempersatukan kita sebagai suatu bangsa," katanya.

Mantan Menko Kesra ini menambahkan, Pancasila sebagai ideologi harus diterjemahkan ke dalam bahasa perilaku, sehingga diperlukan kesadaran awal yakni menyadari nilai-nilai luhur kemanusian yang sama.

Aburizal Bakrie juga mengingatkan, pemantapan ideologi Pancasila harus sejalan dengan kualitas demokrasi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Menurut dia, pembangunan bangsa di segala bidang mempersyaratkan adanya stabilitas politik untuk menopang gerak laju pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan dan pemerataan yang melibatkan pelaku-pelaku ekonomi daerah dan nasional secara proporsional dan profesional.

"Dengan demokrasi yang berkualitas, maka stabilitas politik juga akan berkualitas dan selanjutnya menjadi modal dasar bagi percepatan pembangunan Indonesia di segala bidang, khususnya di bidang ekonomi,? ujarnya.

Dalam kaitan itulah, katanya, pihaknya meyakini konsepsi negara kesejahteraan merupakan formula menuju kemandirian bangsa ini, dimana negara kesejahteraan memungkinkan adanya intervensi negara demi mencapai suatu kesejahteraan rakyat.

?Negara kesejahteraan berciri adanya peran negara dalam membantu masyarakat yang lemah. Campur tangan negara diperlukan untuk membantu orang-orang yang termarjinalkan," katanya.

Aburizal menambahkan, bangsa Indonesia juga tidak boleh membiarkan orang mengatakan siapa yang kuat itulah yang menang, dan sebaliknya tidak boleh membiarkan negara ini berubah menjadi negara liberal.

Partai Golkar, kata dia, juga mengingatkan bahwa warga negara Indonesia harus menghormati pemerintah dan penegak hukum, meskipun kehormatan itu tidak boleh hanya berasal dari legitimasi formal semata.

Negara, pemerintah, serta aparat pemerintah, kata Aburizal, juga harus memperlihatkan bahwa otoritas formal akan semakin dihormati dan dipatuhi jika pemerintah serta penegak hukum bersikap dan bertindak penuh suri tauladan.

"Pemerintah akan semakin dihormati jika memperjuangkan keadilan, kemajuan, dan betul-betul memperlihatkan satunya kata dan perbuatan," ujar Aburizal.
(ANTARA 31/5/2011)

Rabu, 25 Mei 2011

Presiden Ajak Pejabat Kumpul Berbicara Soal Pancasila

 PANCASILA

JAKARTA -- Guna memantapkan posisi dan peran lemabaga negara, tujuh lembaga negara beserta Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia berinisiatif mengadakan pertemuan pimpinan lembaga negara di ruang sidang pleno MK lantai II.Selasa (24/5).
Pertemuan tersebut mengambil tema "memantapkan posisi dan peran masing-masing lembaga negara dalam upaya penguatan pancasila sebagai dasar ideologi negara".
Acara ini dihadiri oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono , Wakil Presiden RI Boediono, Ketua MK Moh Mahfud MD, Ketua MPR Taufik Kiemas, Ketua DPR Marzukie Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MA Harifin Tumpa, Ketua BPK Hadi Purnomo, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparman.
Selain itu hadir pula Wakil Ketua MK Achmad Sadiki, para hakim konstitusi, beserta para menteri kabinet Indonesia bersatu II.
Republika – Sel, 24 Mei 2011

Senin, 16 Mei 2011

Perempuan Berkelamin Ganda

Yayan Syahdan (kiri) bersama istri dan anaknya. (Dok: sun TV)


TASIKMALAYA- Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menyarankan agar Yayan Syahdan, perempuan yang memiliki kelamin ganda, untuk memeriksakan diri ke dokter.

Dokter dari Dinkes Kabupaten Tasikmalaya Oki Zulkipli mengatakan pemeriksaan terhadap warga Kampung Sindanggalih, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya, akan berguna untuk memastikan kecenderungannya di masa depan.

“Kasus perempuan berkelamin ganda ini disebut hermaprodit. Jadi mungkin saja selama belasan tahun alat kemaluan prianya tertutup oleh kemaluan wanitanya. Namun setelah dewasa dan merasakan ketertarikan pada wanita, akhirnya alat kemaluan prianya muncul,” jelas Oki, Senin (16/5/2011).

Namun untuk memastikan, kata Oki, Yayan harus diperiksa secara medis. Kasus perempuan berkelamin ganda sangat jarang terjadi.

Yayan (33) bersama istrinya Risyeu Rismawati (19), sudah 3 tahun menikah. Layaknya pasangan normal, mereka hidup bahagia dan dikarunia seorang anak bernama berusia 1,5 tahun, Risya.

Saat dilahirkan, Yayan merupakan seorang perempuan asli dan memiliki alat kelamin perempuan.

Ketika berusia 14 tahun dia pernah menstruasi yang pertama sekaligus yang terakhir.

Pada usia 18 tahun, perubahan mulai terjadi. Muncul alat kelamin laki-laki di antara kelamin perempuannya. Yayan juga mulai menyukai perempuan seperti laki-laki normal.

Di usia 30 tahun, Yayan akhirnya bertemu Risyeu hingga akhirnya mereka menikah.

Meski memiliki kelamin ganda, namun tidak membuat Yayan dan Risyeu malu. Bahkan mereka berencana akan terus memiliki anak yang banyak untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya bisa memiliki anak meski berkelamin ganda.

(Asep Juharyono/RCTI/ton) Senin, 16 Mei 2011

Sabtu, 07 Mei 2011

Ikhlas dalam Bersedekah

Ikhlas dalam Bersedekah  Oleh Hamli Syaifullah

Sedekah merupakan salah satu teori yang diberikan oleh Allah SWT untuk melipatgandakan harta yang dimiliki. Entah itu dilipatgandakan di dunia ataupun di akhirat kelak. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir, seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang ia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (al-Baqarah [2]: 261).

Sangat menggiurkan sekali iming-iming yang ditawarkan oleh Allah dalam ayat tersebut. Di mana satu berbanding dengan tujuh. Hal inilah yang belum bisa disadari oleh umat Islam. Sebuah teori ekonomi untuk menginvestasikan harta yang dimiliki dengan hasil yang berlipat-lipat.

Ayat di atas pun dijadikan pijakan oleh beberapa ekonom Muslim dalam mengalokasikan hartanya. Di mana dalam konsumsi sehari-hari (konsumsi total) seorang Muslim merupakan penjumlahan dari konsumsi untuk ibadah dengan konsumsi untuk duniawi atau dapat diformulasikan sebagai berikut: Ct = Ci+Cw.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari setiap harta yang dimiliki oleh seorang Muslim terdapat hak orang lain (mustahik) sebagai sebuah solidaritas untuk menolong perekonomian orang-orang yang berkesusahan agar orang-orang yang berkesusahan bisa khusyuk beribadah kepada Allah SWT, tanpa harus menggadaikan akidahnya pada pihak misionaris. "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya." (QS as-Saba': 39).

Khalifah Umar bin Abdul Aziz pernah berkata: "Shalat mengantarkanmu setengah jalan, puasa mengantarkanmu ke depan pintu Al-Malik (Sang Maha Raja), dan sedekah memasukkanmu ke hadapan-Nya."Ibnu Mas'ud menuturkan: "Syahdan, ada seorang laki-laki yang beribadah kepada Allah selama tujuh puluh tahun, kemudian ia melakukan perbuatan zina, maka Allah pun menghapus seluruh amalnya. Setelah itu, ia berpapasan dengan seorang fakir miskin, lalu memberi sedekah kepadanya roti, maka Allah pun mengampuni dosanya dan memuliakan kembali pahala ibadah tujuh tahunnya.

Ubaid bin Umar pun mengatakan: "Pada hari kiamat kelak manusia dikumpulkan dalam kondisi lapar yang belum pernah mereka alami sebelumnya, haus yang belum pernah mereka alami sebelumnya, maka barang siapa memberi makan (orang) demi Allah, Allah akan mengenyangkannya, barang siapa memberi minum (orang) demi Allah, Allah akan meminuminya, dan barang siapa memberi sandang (orang) demi Allah, Allah akan membusanainya."

Demikianlah keutamaan sedekah. Tidak sepatutnya kita bersifat kikir dan bakhil kepada sesama manusia, apalagi untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami keterpurukan ekonomi. Dengan bersedekah, kita berbagi kebahagiaan dengan sesama dan niscaya Allah juga akan memuliakan orang yang senantiasa ikhlas dalam bersedekah.
Sabtu, 07 Mei 2011 
Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Republika Koran

Rabu, 27 April 2011

Ical akan Tuntaskan Ganti Rugi Korban Lapindo

Aburizal Bakrie

Surabaya - Pengusaha nasional dari Kelompok Bakrie, Aburizal Bakrie, berjanji akan menuntaskan ganti rugi untuk korban semburan lumpur di kawasan eksplorasi PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, pada 2012.

"Kalau mengikuti ketetapan hukum, saya tidak bersalah, tapi ibu saya berpesan agar saya membantu korban tanpa melihat apakah saya benar atau salah," katanya saat dialog pada kuliah umum tamu di Aula Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu petang.

Ia mengemukakan hal itu menjawab pertanyaan dosen Fisip Unair, Airlangga Pribadi, dalam dialog pada kuliah umum tamu bertajuk "Kepemimpinan dan Kebangsaan" yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FE Unair Surabaya.

Menurut Ketua Umum DPP Partai Golkar itu, lumpur di Porong, Sidoarjo itu merupakan masalah "debatable" (masalah yang diperdebatkan) tentang siapa yang bersalah, karena itu pihaknya mempercayakan masalah pada jalur hukum.

"Tapi, kita tidak menunggu proses hukum, maka kita memikirkan bagaimana upaya untuk menolong orang-orang yang susah, karena itu saya pun membeli tanah dengan harga 10-20 kali lipat dari NJOP, sehingga ada tanah yang harganya mencapai Rp65 miliar, tapi harga rata-rata Rp2 miliar," kata mantan Menko Kesra dan Menko Perekonomian itu.

Hingga kini, pihaknya sudah menghabiskan dana sebesar Rp8 triliun dari kantong pribadi untuk pembayaran ganti rugi itu, karena perusahaan (PT Lapindo Brantas) memang tidak mampu membayar, sedangkan kemampuan perusahaan hanya Rp100 miliar.

"Kalau dinyatakan pailit, maka urusan akan selesai, apalagi Mahkamah Tinggi sudah memutuskan bahwa luapan lumpur itu merupakan bencana alam, tapi ibu saya berpesan agar saya membantu mereka tanpa melihat siapa yang benar," kata pria yang akrab dipanggil Ical itu.

Oleh karena itu, katanya, dirinya pun mengeluarkan uang dari kantong pribadi. "Ada 11.923 keluarga yang setuju dengan ganti rugi dan hanya 700 keluarga yang belum setuju. Dari jumlah itu, pembayaran ganti rugi masih kurang Rp1,1 triliun," katanya.

Ia mengatakan ganti rugi yang tersisa itu akan diselesaikan pada tahun ini sebesar Rp400 miliar dan tahun depan (2012) sebesar Rp700 miliar. "Insya-Allah, tahun depan sudah terselesaikan. Semuanya saya lakukan dari kantong pribadi atas perintah ibu," katanya.

Tentang adanya 45 RT (rukun tetangga) di luar peta terdampak yang meminta ganti rugi dari pemerintah dan tidak dipenuhi, ia menyatakan ganti rugi untuk kawasan di luar peta terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Tapi, saya tahu pemerintah tidak mau membeli tanah dengan harga 20 kali lipat dari NJOP, karena mereka takut ditangkap KPK. Untuk itu, saya kira pemerintah harus meyakinkan KPK bahwa ganti rugi hingga 20 kali lipat dari NJOP itu untuk membantu rakyat," katanya.

Mengenai upaya untuk menghentikan luapan lumpur yang saat ini sudah berkurang banyak itu, Ical mengaku pengalaman luapan lumpur di Cirebon, Sumsel, Kalsel, dan Purworejo (Jateng) menunjukkan luapan lumpur itu sulit untuk dihentikan.

"Itu akan berhenti dengan sendirinya, karena hal serupa yang terjadi di Purworejo sudah berlangsung hampir 45 tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Saya kira, penyelesaian secara hukum sudah final, tapi saya kira memang ada yang mempolitisasi," katanya.

Dalam kuliah umum tamunya, Ical menyatakan perlunya para pemimpin mengarahkan Indonesia sebagai negara kesejahteraan dan tidak percaya pada ekonomi liberal yang merugikan masyarakat kecil. "Pemerintah perlu melakukan intervensi pada kemiskinan," katanya.

(E011/I007) (ANTARA News) Rabu, 27 April 2011